Suasana Haru Sambut Korban Penyanderaan Asal Padang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI korban sandera militan Abu Sayyaf, berjabat tangan dengan perwakilan Pemerintah saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Mei 2016. Sepuluh orang ABK yang hampir satu bulan ditawan akhirnya dibebaskan lewat jalan negosiasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI korban sandera militan Abu Sayyaf, berjabat tangan dengan perwakilan Pemerintah saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Mei 2016. Sepuluh orang ABK yang hampir satu bulan ditawan akhirnya dibebaskan lewat jalan negosiasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COPadang - Suasana haru mewarnai kedatangan Wendi Rakhadian, awak Kapal Brahma 12, yang merupakan salah seorang korban penyanderaan kelompok militan Abu Sayyaf.

    Wendi Rakhadian, yang dipulangkan menggunakan pesawat terbang Citilink, tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa, 3 Mei 2016, sekitar pukul 09.30 WIB.

    Orang tua Wendi, Aidil dan Asmizar, tak mampu membendung air matanya ketika melihat anaknya turun dari eskalator bandara. Mereka langsung memeluk Wendi yang terlihat mengenakan baju putih itu.

    Sejumlah pejabat tampak ikut menyambut kedatangan Wendi di antaranya Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan 
    Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

    Saat tiba di rumahnya yang terletak di Jalan M. Hatta, Kuranji, Kota Padang, Wendi disambut keluarga lainnya dan tetangga. Mereka tidak kuasa menahan haru saat Wendi tiba. Tangis mereka pun pecah.

    Wendi belum bisa banyak bicara. Ia masih terlihat letih. Para tamu terus berdatangan untuk melihat Wendi setelah disandera kelompok militan Abu Sayyaf sejak 26 Maret 2016. "Mendengar Wendi pulang, saya langsung datang ke sini," ujar paman Wendi, Nasrul, Selasa, 3 Mei 2016.

    Kesedihan Aidil berangsur-angsur hilang bersamaan dengan keluarga dan tetangganya yang terus berdatangan. Sesekali ia tersenyum menyambut para tamu yang datang ke rumahnya. "Saya benar-benar lega bisa kembali bertemu dengan Wendi," ucapnya.

    Aidil berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, pemerintah Filipina, pihak TNI, militer Filipina, dan perusahaan yang telah berhasil menyelamatkan anaknya. Kerja keras pihak-pihak itu telah membuahkan hasil. Aidil bisa kembali berkumpul dengan Wendi di Kota Padang.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.