Risma: Kampung Berperan Penting Membentuk Karakter Anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuliskan pesan pada dinding di Gang Dolly saat peresmian daerah tersebut menjadi kampung wisata, di Surabaya, 21 Februari 2016. Kampung wisata ini menyediakanberagam wahana wisata. ANTARA/Zabur Karuru

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuliskan pesan pada dinding di Gang Dolly saat peresmian daerah tersebut menjadi kampung wisata, di Surabaya, 21 Februari 2016. Kampung wisata ini menyediakanberagam wahana wisata. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COSurabaya - Kota Surabaya terus berusaha mempertahankan predikat kota ramah anak. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menggelar lomba kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo.

    Risma meminta kepada lurah dan camat se-Kota Surabaya untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut dengan mendorong menciptakan kondisi yang nyaman untuk tumbuh kembang anak. “Tidak penting kalah atau menang nanti,” kata Risma di Graha Sawunggaling, Lantai VI, kantor pemerintah Kota Surabaya, Senin, 2 Mei 2016.

    Yang paling penting, kata Risma, setiap lurah dan camat mampu memotivasi warga di wilayahnya untuk mewujudkan kampung yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak Surabaya. “Para lurah tolong didukung program ini. Manfaatnya besar untuk warga,” katanya.

    Risma berpendapat, selama ini pendidikan di sekolah sudah sangat bagus. Namun pendidikan di sekolah saja tidak cukup. Menurut dia, lingkungan atau kampung juga berperan penting dalam membentuk karakter anak. “Marilah kita ciptakan lingkungan di sekitar kita menjadi lebih baik,” tuturnya.

    Risma menjelaskan, tahun 2016 merupakan tahun kedua penyelenggaraan program lomba kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo. Bentuk program ini terdiri atas lima kategori, yaitu sebagai kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, kampung kreatif dan inovatif, serta kampung aman. “Sasaran tahun 2016 ini sebanyak 308 kampung,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua RW VIII Kelurahan Babat Jerawat Bagus Ardianto, yang pada tahun lalu mendapatkan predikat kampung pendidikan kategori kampung belajar, mengatakan program ini sangat bagus. Dia menyebut, melalui program ini, anak-anak di wilayahnya memiliki kebiasaan belajar sejak pukul 18.00-19.30. “Jadi sampai sekarang anak-anak pada jam itu di dalam rumah belajar, tidak ada yang berkeliaran,” katanya.

    Awalnya, Bagus mengaku program ini memang sangat berat. Sebab, dia harus mengecek dan berkeliling untuk memastikan tidak ada anak-anak yang berkeliaran. "Karena kebiasaan, akhirnya berhasil ditanamkan budaya belajar itu,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.