Ganja Diklaim Bermanfaat untuk Ekosistem dan Industri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat keamanan gabungan Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe melakukan penyisiran ladang ganja di pergunungan Desa Manyak Sawang, Sawang, Aceh Utara, Provinsi Aceh, 16 April 2016. Dalam penyisiran ini, polisi menemukan ladang ganja seluas 11 hektar. ANTARA FOTO

    Aparat keamanan gabungan Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe melakukan penyisiran ladang ganja di pergunungan Desa Manyak Sawang, Sawang, Aceh Utara, Provinsi Aceh, 16 April 2016. Dalam penyisiran ini, polisi menemukan ladang ganja seluas 11 hektar. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Direktur Transformasi Hijau Hendra Aquan menyebutkan, tanaman ganja bermanfaat bagi kebutuhan medis, terutama penyembuhan penyakit degeneratif. Ia juga mengatakan ganja bermanfaat untuk ekosistem dan industri. 

    Hendra menyampaikan hal itu dalam diskusi menyambut Global Mariujana March 2016 di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 2 Mei 20016. Bagi ekosistem, kata dia, ganja dapat menyerap toksisitas logam berat. "Tumbuhan biasa hanya bisa menyerap 15 ppm, tapi hemp (ganja) bisa menyerap hingga 6 ribu ppm," ujarnya. 

    Jadi, menurut riset yang telah dilakukan, ganja berpotensi merehabilitasi kawasan pertambangan logam, seperti emas, tembaga, dan mineral lain. 

    Ia mengklaim sudah membuktikannya ketika meneliti bagaimana merehabilitasi kawasan pertambangan logam di Selandia Baru. Caranya dengan menanam 100 biji ganja di area tersebut. "Yang menarik dari penelitian ini adalah biji tersebut dapat tumbuh hanya dalam waktu 17 hari," kata alumnus Fakultas Biologi di Duta Wacana Christian University ini. 

    Serat ganja juga diklaim dapat digunakan untuk berbagai macam industri. "Di Prancis, Amerika, atau Jerman, serat ganja dimanfaatkan untuk industri bahan bangunan, kertas, dan pakaian," katanya. 

    Industri ini dinilai bisa lebih ramah lingkungan karena bahan bakunya yang berkelanjutan. Terlebih, Hendra melanjutkan, iklim tropis seperti di Indonesia membuat tanaman ini bisa tumbuh hingga 5 meter dengan menghasilkan 20-30 ton serat ganja yang bisa dimanfaatkan untuk industri. 

    DINI TEJA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?