Polisi Sebut Kivlan dan Nur Misuari Negosiator Sandera Abu Sayyaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Victoria News yang membawa anak buah kapal yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kapal Victoria News yang membawa anak buah kapal yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf tiba di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 Mei 2016. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan ada peran sejarah masa lalu dalam keberhasilan diplomasi dan negosiasi ketika menyelamatkan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. 

    "Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zein ikut membantu pemerintah bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf. Kami juga menggandeng kelompok Moro National Liberation Front (MNLF) yang dulu merupakan kelompok di Filipina Selatan itu. Dan karena adanya pengalaman ini," kata Boy Rafli di Jakarta, Senin, 2 Mei 2016.

    Selain Kivlan Zein, keberhasilan negosiasi dibantu oleh pendiri MNLF, Nur Misuari. "‎Ada banyak sekali tokoh, dan itu saya apresiasi. Saya mengucapkan terima kasih karena 10 nyawa itu tidak bisa diukur dengan uang. Terlebih kepada pemegang otoritas di Filipina yang memberikan informasinya," ujarnya.

    Kelompok Abu Sayyaf menyandera ABK kapal Brahma 12 yang melewati perairan Filipina. Awalnya, mereka ingin menculik seorang pengusaha di Pulau Tawi-tawi, Filipina Selatan.

    Namun rencana tersebut gagal lantaran pengawalan yang ketat. Selama dalam penyanderaan, 10 orang WNI ditempatkan di tempat yang aman oleh kelompok pimpinan Al Habsy ini.

    Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya negosiasi dan diplomasi untuk menyelamatkan para sandera sejak 23 April 2016. Salah satu yang turut membantu negosiasi adalah Yayasan Sukma dan pemerintah otonomi Moro Selatan. Mereka menggunakan pendekatan pendidikan.

    Presiden Joko Widodo mengatakan, meski 10 sandera telah bebas, pemerintah Indonesia masih berupaya membebaskan empat ABK WNI lain. Pemerintah pun berencana mengadakan pertemuan dengan Malaysia dan Filipina pada 5 Mei mendatang guna membahas keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya. 

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.