#NyalaUntukYuyun, Rejang Lebong Darurat Kekerasan Seksual  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    Netizen membuat tagar #NyalaUntukYuyun sebagai aksi solidaritas terhadap Yuyun remaja 14 tahun yang tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bengkulu– Manager Program Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) Bengkulu Juniarti Boermans mengatakan wilayah Rejang Lebong sudah seharusnya ditetapkan darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebabnya, kasus kekerasaan seksual dan fisik yang terjadi di daerah itu cukup tinggi.

    Seperti kasus Yuyun (14) siswi SMP Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong, diperkosa 14 orang dan dibunuh, yang kemudian mendapatkan perhatian banyak pihak melalui taggar #NyalaUntukYuyun.

    “Selama tahun 2016 ini saja, sudah ada total 36 kasus. Baik berbentuk kekerasan seksual maupun kekerasan fisik,” kata Juniarti, Senin 2 Mei 2016. Menurut dia, jumlah tersebut sangat memprihatinkan sehingga harus mendapatkan perhatian semua pihak terutama pemerintah daerah.

    Pemberlakuan darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak, kata Juniarti, membuat adanya arah yang jelas dan tegas terhadap pengentasan masalah ini. Penegak hukum juga diminta menghukum pelaku lebih berat hingga ada efek jera. “Semoga kasus Yuyun adalah yang terakhir, dan tidak ada lagi Yuyun-Yuyun yang lainnya,” harap aktivis perempuan ini.

    Cahaya Perempuan, kata Juniarti, untuk kasus Yuyun, telah melakukan rapat dengar pendapat dengan DPRD Rejang Lebong dan sejumlah pihak terkait untuk menggalang dukungan terhadap penyelesaian kasus.

    Aksi simpati Indonesia Menyala Untuk Yuyun, seorang siswi SMP Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong, korban pemerkosaan dan pembunuhan terus berjalan. Aksi ini untuk menggalang dukungan semua pihak terhadap penyelesaian kasus pemerkosaan yang terjadi pertengahan bulan lalu tersebut.

    “Di saat kita merayakan #hardiknas, ada anak usia 14 tahun yang dirampas masa depan dan hidupnya. Diperkosa 14 orang dan dibunuh!#NyalaUntukYuyun” tweet Luluk Hamidah di akun Tweeternya.

    Kartika Jahja melalui akun Twitternya membuat tagar “#NyalaUntukYuyun. Nyalakan api solidaritasmu untuk Yuyun. Anak 14 tahun yang diperkosa 14 orang kemudian meninggal”. Ia mengajak semua pihak mendukung aksi ini. Selain tagar #NyalaUntukYuyun, puluhan video “Kami Bersama Yuyun” dengan menyalakan api pun ramai di media sosial.

    Yuyun, 14 tahun, pelajar SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu tewas setelah diperkosa 14 pemuda. Jasadnya ditemukan di dasar jurang sedalam 5 meter di pinggir hutan Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding.

    Jenaza saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup tanpa busana dengan tangan terikat dan terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Jenazah sudah mengeluarkan bau menyengat, karena diperkirakan mayat sudah berada di TKP selama tiga hari sebelum ditemukan.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.