Bupati Dedi Mulyadi Tiadakan Upacara Hari Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan), menyampaikan kuliah umum rutin di Sekolah Idiologi di Balai Citra Resmi Pemkab Purwakarta, 31 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kanan), menyampaikan kuliah umum rutin di Sekolah Idiologi di Balai Citra Resmi Pemkab Purwakarta, 31 Maret 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.COPurwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi sengaja meniadakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Kiansantang, Senin, 2 Mei 2016. Sebagai gantinya, upacara bendera dilakukan di setiap sekolah. 

    Bupati Dedi memilih blusukan ke sekolah-sekolah mengajak para siswa melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan serta memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. "Kami ingin menggantikan kegiatan seremonial dengan kegiatan berkarakter budaya," katanya.

    Jika sekadar upacara di alun-alun, kata Dedi, siswa biasanya langsung bubar setelah seremonial itu selesai. Mereka kemudian nongkrong di tempat-tempat tertentu. "Itu jelas sangat tidak efektif," ucapnya. 

    Dengan menggeser upacara ke tiap sekolah, Dedi berharap, setelah kegiatan itu berakhir, para siswa langsung diajak membersihkan lingkungan. "Kalau begini (kerja bakti) kan anak-anak jadi produktif. Mereka juga happy," tuturnya.

    Di SMAN 3 Purwakarta, Dedi memantau kegiatan pengobatan gratis gigi dan mulut yang dilakukan selepas upacara bendera. Menurut dia, pemeriksaan gigi dan mulut penting bagi siswa SMA. "Buat mengetahui tingkat kedisiplinan anak, terutama dalam merokok," katanya.

    Sesuai dengan hasil pemeriksaan gigi dan mulut, Dedi berujar, bisa diketahui siapa saja siswa yang sering merokok, bekas perokok, atau yang betul-betul tidak merokok. Terhadap siswa perokok, Dedi menginstruksikan kepala sekolah memberikan sanksi tegas.

    "Buat siswa perokok, langsung kurangi setiap nilainya dua digit. Yang sudah berhenti diberi hadiah nilai dua digit dan yang tidak merokok diberi nilai plus satu digit," ucapnya.

    Dedi berujar merokok bagi siswa berkorelasi dengan aspek mata pelajaran. Misalnya, dari segi pelajaran pendidikan dan jasmani, ekonomi, kimia, ataupun biologi. Dedi lebih setuju siswa perokok diberi sanksi ketimbang dibiarkan, yang pada akhirnya berpengaruh pada nilai mata pelajaran. "Kan jadi beban buat para guru dan orang tua siswa itu sendiri," katanya.

    Kepala SMAN 3 Purwakarta Endah Romlah mengapresiasi instruksi yang disampaikan Dedi kepadanya terkait dengan sanksi buat siswa perokok. "Pasti kami terapkan," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.