Menteri Luhut: Pembebasan Sandera Abu Sayyaf tanpa Tebusan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Luhut menyampaikan harapannya agar Indonesia jangan mau didikte negara asing. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Luhut menyampaikan harapannya agar Indonesia jangan mau didikte negara asing. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menampik kabar dari kantor berita asing bahwa sepuluh sandera jaringan teroris Abu Sayyaf dibebaskan karena tebusan dibayar. Menurut Luhut, kabar tersebut hanyalah klaim semata.

    "Saya pun tidak akan mengklaim pemerintah melakukan hal itu (membayar tebusan) karena pemerintah memang tidak pernah melakukannya," ujar Luhut di kompleks Istana Negara, Senin, 2 Mei 2016.

    Baca: Pembebasan 10 WNI, Uang Tebusan Disiapkan tapi Tak Digunakan

    Sejumlah kantor berita asing mengembuskan isu bahwa bebasnya sepuluh sandera yang ditahan sejak 26 Maret tersebut karena upaya perusahaan tempat mereka bekerja, Patria Maritime Lines, bukan pemerintah.

    Menurut situs berita Filipina, Rappler, misalnya, Patria disebutkan bersedia membayar uang tebusan senilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 14,3 miliar kepada jaringan Abu Sayyaf. Dan uang itu dibayar pada 29 April 2016.

    Baca juga
    Gaduh Ahok Vs Yusril: Sekongkol Rustam hingga Kalah di PTUN
    Survei: 9 dari 10 Orang Sungkan Menegur Orang yang Bau Badan

    Dalam jumpa pers di Istana Bogor, Ahad kemarin, pemerintah mengelak memberi jawaban secara detail ketika ditanya soal kebenaran kabar pembayaran tebusan itu. Menteri Luar Negeri Ratno Marsudi, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Presiden Joko Widodo hanya menuturkan pembebasan para sandera lewat jalur formal dan informal, seperti operasi intelijen serta diplomasi.

    Secara terpisah, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zein yang mengaku sebagai salah satu negosiator pembebasan sandera pun menyebutkan tak ada tebusan yang diberikan kepada Abu Sayyaf. Sebaliknya, uang tebusan hanya disiapkan apabila negosiasi gagal.

    Baca: WNI yang Disandera Bebas, Ada Uang Tebusan untuk Abu Sayyaf?

    Kivlan mengatakan kunci bebasnya sandera adalah terlibatnya pemimpin Moro National Liberation Front, Nur Misuari, yang dekat dengan Abu Sayyaf, dalam negosiasi tersebut.

    Terkait dengan keterlibatan MNLF, Luhut pun enggan mengkonfirmasi. Ia mengatakan tidak ingin mengomentari hal tersebut. "Saya tidak mau komentar soal itu ataupun menduga-duga mengenai itu," ujarnya.

    ISTMAN M.P.

    BERITA MENARIK
    Bangun Mobil Otonom, Google Lirik Fiat Chrysler
    Inter Gagal Rebut Tiket Liga Champions, Begini Kata Mancini



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.