Polisi Buru Pelaku Utama Penembakan di Magelang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara atas kasus penembakan oleh begal motor terhadap seorang sopir ojek online. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara atas kasus penembakan oleh begal motor terhadap seorang sopir ojek online. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Semarang - Polisi masih memburu tersangka utama penembakan misterius di Kota Magelang. “Sudah mengarah ke tersangka berinisial SS alias Pamong. Sementara ini baru menangkap SU, saudara SS,” ucap juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar A. Liliek Darmanto, Senin, 2 Mei 2016.

    SU kini mendekam di tahanan Kepolisian Resor Magelang Kota setelah ditangkap di rumahnya pada Jumat dinihari lalu. Ketika ditangkap, SU dalam keadaan tak sadarkan diri akibat pengaruh narkotik jenis sabu-sabu. Sedangkan adiknya, SS, lolos dari penyergapan dan kini buron. SS adalah mantan residivis yang baru bebas tiga bulan lalu.

    Liliek mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap SU, polisi menyimpulkan bahwa yang bersangkutan bukan pelaku penembakan. “Dia ditemukan di rumah dalam kondisi teler. Saat ini dia dikenai tuduhan menggunakan sabu-sabu,” ujarnya.

    Ketua Pusat Studi Kepolisian Universitas Diponegoro Semarang Budhi Wisaksono menyatakan kasus penembakan di Kota Magelang merupakan kejahatan sederhana. “Mungkin (pelaku) sakit jiwa dan sebagaimana,” tuturnya.

    Meski, kata Budhi, penembakan itu menimbulkan ketakutan warga masyarakat di Kota Magelang. Namun penembakan oleh mantan residivis tak bisa diklasifikasikan dalam terorisme. “Meski perbuatan itu terbukti ada kekerasan dan ancaman kekerasan serta menimbulkan suasana ketakutan banyak orang."

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.