Gempa 6,1 SR Guncang Tanggamus, Lampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Gempa dengan kekuatan 6,1 skala Richter mengguncang kawasan Tanggamus, Lampung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut terjadi di darat, 23 kilometer barat daya Tanggamus.

    Menurut Kepala BMKG Andy Eka Sakia, gempa ini juga dirasakan di sebagian wilayah di Jakarta. "Dirasakan di Krui dan Liwa dengan kekuatan IV MMI (Modified Mercalli Intensity), Kotabumi dan Bandung II MMI, serta Tangerang dan Jakarta I-II MMI," katanya melalui pesan tertulis saat dihubungi di Jakarta, Senin, 2 Mei 2016.

    Gempa ini tercatat terjadi pada pukul 11.21 WIB. Gempa ini dikabarkan terjadi di darat dengan kedalaman 115 kilometer.

    Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan pusat gempa ini terletak pada koordinat 5,41 derajat Lintang Selatan dan 104,33 derajat Bujur Timur, tepatnya di daratan pada jarak 28 kilometer arah barat daya Tanggamus, Lampung, dengan kedalaman hiposenter 127 kilometer. "Gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di berbagai daerah di Lampung," tuturnya keterangan tertulis.

    Daryono menyebutkan kekuatan gempa terbesar dirasakan di Krui, Liwa, Tanggamus, Kota Agung, dan Bandar Lampung, yang mencapai skala intensitas IV MMI. Gempa juga dirasakan di Tangerang, Jakarta, dan Bandung dalam skala intensitas I-II MMI. Hal ini lantaran gempa berada di kedalaman menengah sehingga getaran dapat dirasakan cukup luas.

    Menurut Daryono, masyarakat tidak perlu khawatir akan gempa ini. Pasalnya itu merupakan gempa bumi dangkal sehingga tidak berpotensi merusak. Namun ia tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil sehingga tidak membahayakan.

    Hingga saat ini, Daryono mengatakan, meski gempa dapat dirasakan secara luas, belum ada dampak yang signifikan. "Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa yang terjadi," ucapnya.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.