Pemerintah Hentikan Sementara Peredaran Obat Bupivacaine  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dailymail.co.uk

    Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno membenarkan bahwa pihaknya mengeluarkan surat edaran pelarangan sementara terhadap obat anestesi bupivacaine produksi Dexa Medica dan Bernofarm.

    “Ada surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan yang meminta rumah sakit untuk sementara tidak menggunakan bupivacaine dari Bernofarm dan Dexa,” katanya dalam pesan singkatnya kepada Tempo, Ahad, 1 Mei 2016.

    Bupivacaine merupakan salah satu jenis anestesi lokal dan regional jenis amida yang bekerja dengan mengurangi aliran keluar-masuk sodium di sistem saraf. Obat tersebut juga biasa digunakan untuk luka bekas operasi guna mengurangi rasa nyeri dengan efek obat mencapai 20 jam pascaoperasi.

    Surat edaran pelarangan sementara itu diteken Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo pada 26 April 2016. Surat tersebut menyebutkan Kementerian Kesehatan untuk sementara melarang dan menghentikan pemakaian obat anestesi bupivacaine injeksi produksi Dexa Medica.

    Menurut Untung, pihaknya menemukan kejadian tidak diinginkan (KTD) di beberapa rumah sakit yang diduga karena pemakaian obat tersebut yang diproduksi Dexa Medica dan Bernofarm. Penghentian itu sudah secara resmi dikeluarkan pemerintah sekitar tiga pekan lalu. Pemerintah belum menetapkan waktu larangan pemakaian obat tersebut dicabut.

    Sementara itu, pada Senin, 4 April 2016, di Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu, Lampung, terdapat tujuh pasien yang berobat dan menjalani operasi. Lima pasien menggunakan obat bius lokal, sementara dua pasien lain menggunakan obat bius total. Tiga dari lima pasien yang menggunakan obat bius lokal meninggal di rumah sakit itu. Mereka meninggal diduga karena mendapat obat bius bupivacaine dari Bernofarm.

    Untung menuturkan saat ini tengah meneliti terhadap KTD yang terjadi akibat dugaan pemakaian bupivacaine. Pihaknya juga sudah membentuk tim investigasi terpadu ke rumah sakit yang terjadi KTD.

    DANANG FIRMANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.