KPK Incar Kasus Skandal BLBI, Siapa Terancam?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah poster penuntutan dan penolakan terlihat saat sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta, 27 Januari 2016. Mereka mendesak Pimpinan KPK yang baru untuk segera mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah poster penuntutan dan penolakan terlihat saat sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta, 27 Januari 2016. Mereka mendesak Pimpinan KPK yang baru untuk segera mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Skandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) rupanya sudah diincar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang. Kepada Tempo, ia mengatakan kasus ini menarik perhatiannya sejam sebelum ia menjabat sebagai pemimpin lembaga antirasuah.

    "Barang lama ini yang sejak awal menjadi perhatian saya pribadi sejak belum di KPK," ucap Saut ketika dihubungi. Kasus ini mencuri perhatiannya lagi saat buron kasus BLBI, Samadikun Hartono, ditangkap otoritas Cina beberapa waktu lalu.

    Menurut mantan Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara itu, untuk menyelesaikan kasus korupsi BLBI memerlukan ketekunan dan waktu. "Karena dimensinya yang kompleks," ujarnya. Meski demikian, Saut mengaku siap jika diminta mengambil alih skandal korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah tersebut. "Kalau pintu masuknya pas, ya kami masuk," tuturnya.

    Saut mengatakan, pada periode sebelumnya, KPK sudah mencoba masuk untuk menelisik kasus BLBI. Tapi perkembangan kasus ini tak kunjung terlihat, malah lembaga antirasuah sempat dikriminalisasi. "Kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," ucapnya.

    Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK tidak ragu mengambil alih perkara korupsi BLBI. Sebab, penanganan perkara korupsi BLBI yang selama ini ditangani polisi dan kejaksaan dinilai terlalu lama.

    Dalam catatan ICW, komisi antirasuah pernah berupaya menangani perkara korupsi BLBI. Pada 2007, Ketua KPK Antasari Azhar pernah membentuk empat tim untuk melakukan penyelidikan skandal korupsi ini.

    Lalu pada 2014, dalam penyelidikan perkara korupsi BLBI, KPK telah memanggil sejumlah pejabat era Presiden Megawati Soekarnoputri, seperti Rizal Ramli dan Laksamana Sukardi. Setelah muncul kriminalisasi terhadap penyidik dan pimpinan KPK, penuntasan perkara korupsi BLBI di tangan KPK menguap begitu saja.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Kisah Ribut Ahok Vs Yusril:  Soal Sampah Hingga Sekongkol Rustam
    Survei: 9 dari 10 Orang Sungkan Menegur Orang yang Bau Badan


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.