Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Korban Tragedi Mina Dipulangkan dengan Pesawat Khusus

Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer
Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer
Iklan

TEMPO.COJakarta - Setelah delapan bulan mendapat perawatan intensif di tanah suci, akhirnya salah satu korban tragedi Mina, Culan Kasim binti Kasim, berhasil tiba di Tanah Air menggunakan pesawat khusus. "Setelah diturunkan dari pesawat khusus Medevac atau Aeromedical Evcuation, Culan akan menjalani perawatan lanjutan di RS Fatmawati," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Oscara Primadi, dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Ahad, 1 Mei 2016.

Culan adalah jemaah haji asal Sumatera Barat 2015 yang terserang heat stroke pada saat peristiwa tragedi Mina di Arab Saudi, 24 September 2015. Proses pemulangan wanita 55 tahun itu memakan waktu lima pekan saja. "Hal ini istimewa karena kejadian ini baru pertama dalam sejarah perhajian Indonesia," kata Oscar mengomentari waktu pengurusan kepulangan Culan.

Usaha pemulangan jemaah haji sakit yang memerlukan fasilitas khusus seperti ventilator telah berulang kali diusahakan oleh Kantor Urusan Haji Indonesia di KJRI Jeddah. Sayangnya, hal itu tidak dapat dilakukan mengingat tidak ada maskapai reguler yang siap dengan ventilator. Hanya Medevac yang menyediakan fasilitas ventilator itu. "Dari segi biaya, pemulangan jemaah haji yang sakit dengan ventilator juga cukup besar, yaitu lebih dari Rp dua miliar," kata Oscar.

Kepulangan Culan dengan pesawat khusus itu disambut oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada Ahad, 1 Mei 2016 siang tadi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Nila menerima Culan yang didampingi perwakilan Kerajaan Arab Saudi yang diwakili petugas RS Garda Nasional.

Nila sempat menjenguk Culan saat melakukan kunjungan kerja di RS Garda Nasional Arab Saudi pada Maret 2016. Saat itu Nila meminta agar pasien Indonesia dapat dirawat dan berkumpul dengan keluarga di Tanah Air. Maklum, anak dan suami Culan, yang sempat mengunjungi Culan di Jeddah pada Desember lalu, meminta agar pemerintah memulangkan Culan ke Indonesia.

Nila pun melakukan pendekatan dengan pemerintah Arab Saudi melalui Nimah, seorang warga negara Arab Saudi asal Palembang yang bekerja di RS Garda Nasional, untuk membawa Culan pulang dan dirawat di Indonesia. Usaha itu pun berhasil. Setelah melalui proses administrasi dan disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi, proses pemulangan pun mulai dilakukan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Nila menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah merawat Culan dan membantu kepulangannya. Nila pun mengapresiasi kerja sama antarlembaga di Indonesia dan Arab Saudi dalam mendukung upaya kepulangan ini.

Heat stoke adalah salah satu ancaman kesehatan bagi jemaah haji dunia sampai 10 tahun mendatang. Hal ini sebagai konsekuensi periode haji yang bersamaan dengan musim panas di Arab Saudi. Nila mengimbau calon jemaah haji senantiasa menjaga kondisi untuk tetap sehat melalui pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan. "Pemeriksaan kesehatan dan tindak lanjutnya paling baik dilakukan setidaknya sembilan bulan sebelum keberangkatan ibadah haji," kata Nila.

Selain itu, calon haji diminta memiliki kartu BPJS, serta selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, mengikuti tata cara menjaga kesehatan saat ibadah haji dengan antisipasi cuaca panas ekstrem panas, juga ancaman penyakit pernapasan seperti Mers-Cov. Calon haji pun diminta mengikuti aturan pemerintah dalam menjalankan rukun dan wajib haji.

MITRA TARIGAN

Baca juga:
Kisah Ribut Ahok Vs Yusril: Soal Sampah Hingga Sekongkol Rustam 
Survei: 9 dari 10 Orang Sungkan Menegur Orang yang Bau Badan

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Mengingat Tragedi Mina 32 Tahun Lalu yang Menewaskan 1.426 Jemaah Haji

9 Juli 2022

Petugas membawa jemaah haji yang menjadi korban saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Mengingat Tragedi Mina 32 Tahun Lalu yang Menewaskan 1.426 Jemaah Haji

Tragedi Mina tahun 1990 yang menewaskan 1.426 jemaah merupakan salah satu insiden ibadah haji yang paling tragis.


15 Tragedi Maut di Tengah Kerumunan

1 Mei 2021

15 Tragedi Maut di Tengah Kerumunan

Mulai dari tragedi Mina di Arab Saudi hingga festival Lag B'omer di Israel. Banyak orang tewas akibat berdesak-desakan atau saling dorong karena panik


Investigasi Insiden Mina, Pemerintah Arab Janji Terbuka

20 Oktober 2015

Sejumlah pertugas menolong jemaah Haji yang terluka akibat terinjak-injak di Mina. Setidaknya 220 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka saat pelaksanaan ibadah Haji. AP
Investigasi Insiden Mina, Pemerintah Arab Janji Terbuka

Pemerintah Arab Saudi belum bisa memastikan kapan investigasi tragedi Mina selesai.


TRAGEDI MINA: Mengerikan, Korban Tewas Menjadi 2.110

20 Oktober 2015

Seorang warga Muslim menangis setelah mengetahui kerabatnya menjadi korban dalam tragedi terowongan Mina, di Ahmedabad, India, 25 September 2015. Sebanyak 717 jemaah haji dari seluruh dunia tewas terdesak dalam kerumunan rombongan saat akan melontar jumroh. REUTERS/Amit Dave
TRAGEDI MINA: Mengerikan, Korban Tewas Menjadi 2.110

Iran menjadi negara paling merasakan dampak dengan jumlah warganya yang tewas mencapai 465 jamaah.


Jasad Jemaah Asal Banjarmasin yang Hilang Telah Ditemukan  

18 Oktober 2015

Jutaan umat Muslim di dunia melakukan Wukuf di padang Arafah sebagai bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. REUTERS
Jasad Jemaah Asal Banjarmasin yang Hilang Telah Ditemukan  

PPIH Arab Saudi menemukan jenazah jemaah haji dari Banjarmasin yang dilaporkan hilang setelah dirawat di RS Arafah.


Tragedi Mina, Tim DVI: 2 Jemaah Belum Teridentifikasi

16 Oktober 2015

Susanti merangkul adiknya Esti Nindiati, mereka adalah keluarga jamaah calon Haji dari Kalimantan Barat yang menjadi korban tragedi Mina. TEMPO/Aseanty Pahlevi
Tragedi Mina, Tim DVI: 2 Jemaah Belum Teridentifikasi

Adapun dua jemaah WNI yang belum teridentifikasi adalah jemaah berasal dari kelompok terbang JKS 61.


Pascatragedi Mina: Arab Saudi Tak Mau Berbagi Pengelolaan Haji

14 Oktober 2015

Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer
Pascatragedi Mina: Arab Saudi Tak Mau Berbagi Pengelolaan Haji

Iran mendesak adanya satu badan independen untuk mengawasi pengelolaan ibadah haji setiap tahun.


Tragedi Mina, Politikus PKB: Orang Masih Hidup Ditumpuk Mayat  

13 Oktober 2015

Sejumlah petugas berdiri disamping jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer
Tragedi Mina, Politikus PKB: Orang Masih Hidup Ditumpuk Mayat  

Anggota DPR Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, menuturkan dalam evakuasi korban peristiwa Mina, orang yang masih hidup ditumpuk mayat dan masuk kontainer.


Musibah Mina dan Suksesi Saudi

13 Oktober 2015

Musibah Mina dan Suksesi Saudi

Musim haji tahun ini rasanya pantas diberi label sebagai musim haji paling tragis sepanjang sejarah, lantaran ada dua tragedi: jatuhnya derek raksasa di Masjidil Haram dan petaka di Mina. Dua tragedi itu telah mengoyak kredibilitas Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, pemilik gelar Pelayan Dua Kota Suci.


Dua Jemaah Haji Asal Subang Jadi Korban Tragedi Mina

5 Oktober 2015

Jemaah calon haji berdoa di luar Majidil Haram, Mekah, 21 September 2015. Sekitar tiga juta umat Islam berkumpul di Mekah untuk melaksanakan haji pada tahun ini. AP/Mosa'ab Elshamy
Dua Jemaah Haji Asal Subang Jadi Korban Tragedi Mina

Jemaah haji asal Subang yang berjumlah 922 orang tak satu
pun yang menjadi korban tragedi Mina.