Dituding GP Ansor Anti-Pancasila, HTI: Kami Cinta NKRI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir indonesia (HTI) melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (23/1). Mereka menyatakan bahwa pemerintah telah gagal menjalankan tugas pokok dan fungsi yang fundamental serta selamatkan bangsa Indonesia dengan hukum Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir indonesia (HTI) melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (23/1). Mereka menyatakan bahwa pemerintah telah gagal menjalankan tugas pokok dan fungsi yang fundamental serta selamatkan bangsa Indonesia dengan hukum Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Surabaya - Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur, Harun Musa, membantah tudingan Gerakan Pemuda Ansor bahwa konsep khilafah islamiyah yang diusung bertujuan mengganti ideologi Pancasila. Harun mengklaim konsep tersebut justru memperkuat persatuan dan kebangsaan. "Kami cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Harun, Ahad, 1 Mei 2016.

    Harun berujar, syariat Islam membuat rinci bagaimana pelaksanaan persatuan, menumbuhkan rasa kebangsaan, soal agama. Bila konsep itu dilaksanakan, ucap dia, tidak ada lagi korupsi, narkoba, dan pengisapan kekayaan alam yang dijual kepada bangsa lain. "Yang jelas, jangan sampai bangsa ini terpecah," tuturnya.

    Konsep yang dianut Hizbut Tahrir, kata Harun, menolak negara melepas daerah yang telah menjadi wilayahnya. Harun mencontohkan, ketika Indonesia kehilangan Timor Timur, Hizbut Tahrir saat itu menolak keras dengan demo di Istana Negara.

    "Kami juga menolak badan usaha milik negara dijual kepada asing. Jadi sebetulnya yang bukan Pancasilais itu kami atau mereka yang setuju menjual BUMN kepada asing?" ucap Harun.

    Baca: Muktamar HTI Gagal, Konsumsi Dibagikan ke Panti Asuhan

    Ihwal Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama yang menolak acara Muktamar Tokoh Umat oleh Hizbut Tahrir, Harun menolak berkomentar. Menurut dia, semua umat Islam itu bersaudara dan sudah seharusnya ketika berdiskusi dengan kepala dingin.

    Secara terpisah, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Bantuan Serbaguna Ansor Jawa Timur Umar Usman menilai konsep khilafah islamiyah yang diusung Hizbut Tahrir berpotensi memecah belah persatuan. "Khilafah yang dibawa mereka anti-Pancasila, anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia. Makanya kami tidak setuju," ujarnya.

    Umar merujuk pada negara-negara di Timur Tengah yang menganut beberapa model khilafah tapi justru terjadi perpecahan. "Kami belajar dari kejadian di Timur Tengah," tuturnya.

    Alasan itulah, kata Umar, yang membuat Banser menolak acara Muktamar Tokoh Umat oleh Hizbut Tahrir di delapan daerah Jawa Timur, yakni Kediri, Jombang, Pamekasan, Madiun, Malang, Bojonegoro, Tulungagung dan Surabaya. "Kami tidak setuju dengan kegiatan itu," ucapnya.

    Sabtu kemarin, Gerakan Pemuda Ansor Kediri menggelar apel siaga menolak Muktamar Tokoh Umat. GP Ansor menilai Hizbut Tahrir bertindak makar karena mengusung konsep khilafah islamiyah dalam propagandanya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.