Ahok Bukan Calon Gubernur Favorit Politikus PAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Amien Rais berbicara kepada wartawan di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. TEMPO/Muh Syaifullah

    Politikus Amien Rais berbicara kepada wartawan di rumahnya, Sleman, 6 November 2014. TEMPO/Muh Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Mulfachri Harahap mengatakan partainya tidak berencana mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan kepala daerah 2017.

    "Ahok buka favorit di PAN, meski di partai lain mungkin iya. Jadi, Pak Ahok, silakan yakinkan kami, biar ada alasan mendukung dia," ujar Ketua Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat ini di gedung Dewan Pimpinan Pusat PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, 1 Mei 2016.

    Mulfachri menjelaskan, pertimbangan itu bukan serta-merta didasari oleh ucapan bernada negatif dari Ahok kepada politikus senior PAN, Amien Rais. "Bukan, bukan karena ucapan (Ahok) kemarin itu. Ukuran pemimpin bukan hanya soal teknis, tapi kami berpikir harus ada keteladanan dan sopan santun," ucapnya. Namun Mulfachri tak menegaskan sikapnya mengenai kepemimpinan Ahok.

    Baca: Politikus PAN Minta Ahok Copot Pin Demokrasi dari Amien Rais

    Amien semula berpendapat, dilihat dari sikapnya, Ahok tak pantas menjadi pemimpin. Ahok merespons komentar negatif Amien terkait dengan dirinya itu. Amien, tutur Ahok, sempat memberikan penghargaan kepadanya, juga menitipkan pesan demokrasi. "Kamu ingatkan saja kepada dia (Amien), mungkin dia sudah tua, pikun," kata Ahok di Jakarta, 25 April 2016.

    Pernyataan Ahok ditanggapi keras oleh sejumlah pihak, khususnya dari internal PAN. Mereka sempat meminta Ahok mencopot penghargaan pin emas yang diberikan Amien kala Ahok masih menjabat Bupati Belitung Timur.

    Baca: Serang Ahok, Amien Rais: Jangankan Presiden, Gubernur pun...


    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.