Rhoma Irama Hadiri Perayaan Hari Buruh di Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Rhoma Irama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Bekasi - Ribuan buruh di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merayakan Hari Buruh atau May Day dengan menggelar zikir akbar di halaman Masjid Baitul Mustofa di kawasan MM 2100, Kecamatan Cikarang Barat, Ahad, 1 Mei 2016.

    Musikus dangdut senior, Rhoma Irama, turut hadir pada kegiatan tersebut. "Ini adalah kegiatan positif kami dalam merayakan May Day," kata anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Bekasi, Komarudin, 35 tahun.

    Menurut dia, kegiatan itu merupakan momentum para buruh bersyukur karena masih diberi pekerjaan di sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi. "Rencananya, kegiatan ini diadakan setiap tahun," ucap Komarudin.

    Komarudin berujar, SPSI tidak memaksa buruh untuk ikut berzikir atau ramai-ramai berunjuk rasa ke Jakarta dalam merayakan peringatan May Day. SPSI, tutur dia, mengembalikan ke pribadi masing-masing buruh untuk mengambil sikap.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Awal Chairudin mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 1.800 anggota untuk mengamankan peringatan May Day di Bekasi. Pengamanan difokuskan di sejumlah obyek vital. "Kami juga mengawal buruh yang ke Jakarta," ucap Awal.

    Chairudin berujar, situasi di wilayahnya cukup kondusif selama perayaan Hari Buruh. Menurut dia, tak ada gangguan keamanan dan ketertiban yang menonjol. "Peringatan May Day berjalan cukup lancar."

    Berdasarkan pantauan Tempo, sekitar 2.000 buruh yang melakukan zikir tampak khusyuk dengan dipimpin Rhoma Irama. Sedangkan di sekitar lokasi tampak aparat kepolisian berjaga. Selain di titik itu, ratusan polisi berjaga di pintu masuk Jalan Tol Cibitung dan sejumlah ruas jalan protokol.

    ADI WARSONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.