Pilkada Sudah Dekat, PPP Kubu Romi Masih Konsolidasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua bakal calon gubernur DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung) dan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pada awak media usai menggelar pertemuan tertutup di posko Suka Haji Lulung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 21 Maret 2016. Keduanya bersiap untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada Februari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua bakal calon gubernur DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung) dan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan pada awak media usai menggelar pertemuan tertutup di posko Suka Haji Lulung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 21 Maret 2016. Keduanya bersiap untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada Februari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy, Arsul Sani, mengatakan pihaknya masih melakukan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah 2017. Dia tak berkomentar banyak seputar penolakan sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah PPP terhadap kepengurusan Romahurmuziy alias Romi.

    "Mau untuk pilkada DKI atau pilkada Banten dan daerah lain, masih konsolidasi. Ada waktu hingga Agustus-September 2016," kata Arsul di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 April 2016.

    Arsul mengatakan partainya, baik pusat maupun daerah, masih memantau calon yang pantas diusung. "Kami lihat-lihat mana yang punya elektabilitas baik. Untuk apa usung yang kurang dalam hal elektabilitas dan akseptabilitas?" ujarnya.

    Kepengurusan kubu Romi, yang merupakan hasil Muktamar VIII di Pondok Gede, Jakarta Timur, tak diakui sejumlah DPW PPP, seperti di Yogyakarta dan Banten. Mereka menolak mengakui meski pemerintah, melalui Kementerian Hukum dan HAM, sudah menetapkan kubu Romi sah.

    "Sangat tidak mengakui hasil Muktamar Pondok Gede (kubu Romi) dan Surat Keputusan Yasonna Laoly (Menkumham)," kata Ketua DPW PPP DI Yogyakarta M. Syukri Fadholi di kantornya, Jumat, 29 April 2016.

    Sebagai gantinya, DPW PPP Yogyakarta tidak bisa mengusung calon kepala daerah. Namun para pengurusnya berkomitmen tetap mendukung pemilihan kepala daerah dengan bergabung ke partai politik lain. 

    "Kami tetap menjaga kehidupan politik di Yogyakarta dengan melakukan kebijakan politik, yakni sebagai pendukung, seperti yang terjadi di Sleman, Bantul, dan Gunungkidul," tutur Syukri.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.