Melamar Jadi Tukang Sapu, Pemuda Ini Dimintai Rp 10 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas kebersihan mengumpulkan tumpukan sampah yang berserakan di dermaga Pelabuhan Merak, Banten, (5/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah petugas kebersihan mengumpulkan tumpukan sampah yang berserakan di dermaga Pelabuhan Merak, Banten, (5/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Brebes - Lanang, 20 tahun, pemuda asal Kelurahan Pasar Batang, Brebes, Jawa Tengah, tak habis pikir. Saat mendaftar menjadi petugas kebersihan, dia mengaku diminta membayar Rp 10 juta oleh salah satu pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Brebes. “Katanya kalau mau masuk menjadi petugas kebersihan harus membayar Rp 10 juta,” kata Lanang, Kamis 28 April 2016.

    Untuk memastikan kabar tersebut, Lanang lalu mendatangi salah seorang petugas dinas setempat. Di sana dia mendapatkan informasi kalau syarat pembayaran masuk menjadi petugas kebersihan turun menjadi Rp 5 juta. “Setelah tawar menawar, akhirnya turun jadi Rp 2,5 juta,” kata Lanang.

    Merasa janggal dengan syarat tersebut, Lanang, didampingi sejumlah aktivis sosial Brebes menggelar aksi mengumpulkan koin di kompleks kantor Bupati Brebes. Lanang juga melakukan aksi menyapu di halaman kantor tersebut. “Koin ini nanti akan saya berikan ke Bupati Brebes, Ibu Idza Priyanti, untuk membayar syarat itu,” kata dia.

    Lanang, yang masih duduk di bangku sekolah SMA kelas XII ini mengaku ingin meneruskan pekerjaan sang ayah, mendiang Tarsan. Ayahnya yang sudah 10 tahun lebih bekerja menjadi tukang sapu di Pasar Induk Brebes meninggal sebulan yang lalu. Lanang ingin meneruskan pekerjaan sang ayah untuk menghidupi keluarga sehari-hari. “Saya menjadi tulang punggung keluarga,” katanya.

    Namun, kabar permintaan uang Rp 10 juta oleh pegawai dinas itu dibantah oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zaenudin. Menurut dia, informasi tersebut tidak benar dan fitnah. “Saya heran, kenapa ada informasi seperti itu. Padahal kurang apa baiknya saya kepada keluarga dia (Lanang),” ujarnya.

    Dia mengatakan meskipun ayah Lanang sudah meninggal, namun dia masih memberi gaji untuk keluarga Lanang. Rencananya, gaji tersebut akan terus diberikan sampai tiga bulan ke depan. “Anggap saja gaji ini sebagai uang santunan kematian. Kami masih belum bisa mengangkat lanang sebagai petugas kebersihan karena dia masih sekolah. Tiga bulan lagi dia lulus, kami mau angkat dia jadi petugas kebersihan,” katanya.

    Zaenudin menjelaskan, tenaga kebersihan di Brebes berstatus tenaga harian kontrak. Tiap orang dibayar sekitar Rp 900 ribu per bulan atau Rp 30 ribu per hari. Saat perekrutan petugas dia mengklaim instansinya maupun pegawai di instansinya tidak pernah meminta uang sepeserpun. “Kami berani memastikan tidak ada oknum petugas di lembaga kami yang berani memeras calon petugas kebersihan,” ujarnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.