Teras Cikapundung Bikin Kagum Tiga Kepala Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menyusuri sungai dengan perahu di Taman Teras Cikapundung, Bandung, Jawa Barat, 2 Januari 2016. Pengunjung dapat menaiki perahu tanpa dikenai tarif di taman ini. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pengunjung menyusuri sungai dengan perahu di Taman Teras Cikapundung, Bandung, Jawa Barat, 2 Januari 2016. Pengunjung dapat menaiki perahu tanpa dikenai tarif di taman ini. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, bersama tiga kepala daerah lainnya yakni Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menjadi pembicara dalam seminar Future Leader Camp 2016 di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung, Jumat, 28 April 2016.

    Usai mengisi seminar, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, langsung memboyong ketiga orang kepala daerah tersebut mengunjungi ruang publik Teras Cikapundung.

    Setibanya di taman pinggir kali tersebut, Emil menunjukkan fasilitas yang ada di Teras Cikapundung kepada ketiga kepala daerah yang sering disebutnya sebagai sahabat dekat itu. Salah satu yang ditunjukkan adalah beberapa mata air yang mengucur deras di pinggir tebing.

    "Di sini juga masih ada mata air. Bersih, sering dipakai wudhu. Jadi di tengah kota yang padat kita masih punya mata air," ujar Emil menjelaskan.

    Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, takjub dengan ruang publik yang menghabiskan duit APBN sebesar Rp. 15 miliar tersebut. "Kita ini kan dari kampung. Ini pelajaran luar biasa untuk kita. Ternyata di tengah kota ada kreasi untuk memanfaatkan ruang. Ini inovasi yang patut kita contoh," ujar Nurdin.

    Nurdin yang juga banyak menciptakan ruang publik di daerah yang dipimpinnya mengaku terinspirasi untuk membuat ruang publik serupa. Pasalnya, Kabupaten Bantaeng memiliki sungai-sungai jernih yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan taman model Teras Cikapundung. "Ini membuat wawasan kita berkembang. Ternyata banyak daerah dengan rumah kumuh yang bisa ditata dan dimanfaatkan untuk rekreasi keluarga dengan biaya murah," ucapnya.

    Di tempat yang sama, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengapresiasi tindakan Ridwan Kamil yang memindahkan perkampungan kumuh di Babakan Siliwangi ke Rumah Susun Sadang Serang untuk selanjutnya tempat tersebut disulap menjadi ruang publik berkelas.

    "Saya terinspirasi dengan apa yang dilakukan Kang Emil. Sudah banyak yang dilakukannya untuk memanfaatkan masyarakat yang tinggal di daerah kumuh. Tidak hanya membangun tempat hiburan untuk masyarakat, tapi saat proses pemindahan warga ke apartemen rakyat, beliau lakukan sendiri pendekatan ke masyarakatnya," akunya.

    Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, daerahnya juga akan membangun ruang publik serupa Teras Cikapundung di bantaran sungai Batang Agam. Ruang publik tersebut akan membentang sepanjang satu kilometer dengan biaya dari pemerintah pusat sebesar Rp 60 miliar. "Idenya seperti ini, cuma kita buat ada jalan dan pedestrian," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.