Maulana Hidup di Bekas Kandang Ayam, Bayinya Digantung di..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Satu keluarga, yang terdiri atas pasangan suami-istri dan empat anak, terpaksa tinggal di bekas kandang ayam di Kampung Bojong, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Pasangan Maolana (28) dan Heni (33) tinggal di bekas kandang ayam karena tidak memiliki tempat tinggal lagi. "Sudah 4 tahun (tinggal di sini). Mau mengontrak rumah tidak punya uang," kata Maolana saat ditemui di-"rumah" nya, Kamis, 28 April 2016.

    BACA JUGA
    Teror Berlanjut, Rumah Tamara Disatroni Tamu Tak Diundang

    Tamara Bleszynski Bertemu Penjambaknya, Inilah yang Terjadi

    Saat melongok ke tempat tinggal keluarga ini, luasnya hanya 2 x 3 meter. Dinding rumah terbuat dari bambu dan bilik atau anyaman bambu. Atapnya ditutupi asbes gelombang. Saat melihat ke dalam rumah, pemandangan menyedihkan tampak di depan mata.

    Rumah 2 x 3 meter tersebut disekat di bagian dalam. Satu ruangan dipakai untuk ruang tamu, sekaligus tempat tidur keluarga. Alas tidurnya pun hanya sehelai karpet lusuh. Ruangan yang satunya lagi dipakai untuk dapur dan lemari pakaian.

    Tak ada televisi maupun perabotan rumah tangga yang layak. Yang mengejutkan, anak bungsu mereka yang baru berusia 10 hari tidak tidur di lantai. Bayi malang itu digantungkan di sebuah kain gendong, yang biasa disebut samping.

    Maolana mengatakan sudah tidak ada tempat lagi bagi bayinya, jika ia tidur di lantai. Selain itu, jika ditidurkan di lantai, bayinya suka dikerubuti semut. "Saya juga takut ada ular mematuk anak saya. Saya sering mengusir ular yang masuk ke rumah," ucapnya.

    BACA JUGA
    Cita Citata Tiba-tiba Punya Pacar Baru, Rekayasa?
    Lia Eden Yakin Wujud Tuhan Bulat dan Berotasi

    Sehari-hari, Maolana bekerja sebagai penarik odong-odong. Odong-odong itu bukan miliknya, tapi menyewa dari seorang bos. "Sewa seminggu Rp 140 ribu. Sehari saya paling banyak dapat uang Rp 50 ribu. Kalau cuaca hujan, sama sekali tidak dapat uang," katanya.

    Tanah tempat rumah keluarga ini berdiri rupanya bukan milik Maolana. Tanahnya milik tetangga yang merasa iba kepada mereka. "Bukan punya saya," tuturnya.

    Maolana dan keluarganya berharap, ada pihak yang mau mengulurkan tangan untuk membantunya. Sebenarnya, dia memiliki tanah seluas dua bata atau 28 meter persegi. "Saya harap ada yang mau membantu saya membuat rumah layak," ucapnya.

    Harapan senada disampaikan Heni, istri Maolana. Dia ingin pindah ke rumah layak huni. "Di sini, tiap hujan, air selalu masuk ke rumah," ujarnya lirih. Heni bukannya tak mau membantu suami mencari tambahan penghasilan. Dia harus mengurus tiga anak yang masih balita. "Anak pertama sudah SD," katanya.

    BACA JUGA
    Teror Berlanjut, Rumah Tamara Disatroni Tamu Tak Diundang

    Kisah Alan Turing Pecahkan Misteri Totol Macan Tutul

    Ketua RW setempat, Lukman, mengatakan pernah akan membantu Maolana agar punya rumah layak huni melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Namun rumah yang ditempati sekarang bukan miliknya.

    "Kalau RTLH harus atas nama sendiri pemiliknya. Kalau yang ditempati sekarang itu sebetulnya kandang ayam milik Ibu Nani. Tapi dipakai buat rumah, berhubung Maolana enggak mampu," katanya. Lukman sempat mendaftarkan Maolana agar dapat bantuan rehab rumah. "Tapi bantuan itu belum terealisasi."

    CANDRA NUGRAHA

    BACA JUGA
    Aura Kasih ke Mantan Pacar: Dulu Aku Lugu, Bisa Ditipu
    Ditahan di Kerobokan, Gitaris 'Geisha' Depresi: Ini Sebabnya



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.