Di Garut, Napi dari LP Banceuy Diberi Siraman Rohani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pemindahan warga binaan Lapas Narkoba Banceuy, Bandung, Jawa Barat, 26 April 2016. Usai terjadi kerusuhan beberapa hari lalu, 150 warga binaan penghuni Lapas Narkoba Banceuy, Bandung dipindahkan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Proses pemindahan warga binaan Lapas Narkoba Banceuy, Bandung, Jawa Barat, 26 April 2016. Usai terjadi kerusuhan beberapa hari lalu, 150 warga binaan penghuni Lapas Narkoba Banceuy, Bandung dipindahkan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Garut – Pasca-kerusuhan, narapidana Lembaga Pemasyarakatan Banceuy dipindahkan ke Lapas Kelas II B Garut, Jawa Barat. Jumlah narapidana yang dikirim ke Garut ini sebanyak 55 orang.

    Pengiriman narapidana dari Bandung ini menggunakan dua bus dengan pengawalan ketat personel Brimob Kepolisian Daerah Jawa Barat. Rombongan penghuni prodeo ini tiba di Garut sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu, 27 April 2016.

    Bus pertama mengangkut 25 orang, dan bus yang kedua membawa 30 narapidana. Setiap kendaraan dikawal sekitar 10 personel Brimob, lengkap dengan senjata api laras panjang. Saat memasuki Lapas Garut, para narapidana ini dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas lima orang dengan tangan diborgol bersamaan.

    Narapidana yang dipindahkan ke Garut itu awalnya hanya 50 orang. Namun mendapatkan tambahan sebanyak lima orang. "Pertimbangan penambahan napi ini karena Lapas Garut masih kosong," ujar Kepala Lapas Kelas II B Garut Budi Avianto. 

    Menurut dia, saat ini penghuni Lapas Garut baru 456 narapidana, sedangkan kapasitas Lapas sebanyak 529 orang. Dengan adanya penambahan ini, jumlah narapidana menjadi 511 orang.

    Narapidana baru tersebut akan menempati lima kamar seluas 4x7 meter. Satu kamar akan diisi oleh 10 narapidana. Mereka akan ditempatkan dalam satu blok. Namun, sebelum ditempatkan di sel tahanan, para narapidana akan masuk ke dalam ruangan karantina. 

    Selama masa karantina, mereka akan mendapat siraman rohani berdasarkan agama dan kepercayaannya masing-masing. Waktu karantina ini selama 7 sampai 15 hari. "Bila bisa menyesuaikan diri, masa karantinanya akan lebih cepat," ujar Budi.

    Budi menambahkan, alasan Lapas Garut dipilih untuk menampung narapidana dari Banceuy ini karena kapasitasnya yang masih kosong. Selain itu, sistem pengawasan dan pengamanan di Garut tergolong lebih baik. "Kami sudah menyiapkan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan agar kejadian di Banceuy tidak terulang di Garut," ujarnya.

    Para narapidana ini akan menetap di Lapas Garut. Namun, bila tidak dapat dibina, mereka dapat dipindahkan ke lapas di daerah lain.

    SIGIT ZULMUNIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.