1 Kompi Brimob Sulselbar Ikut Buru Santoso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Makassar - Juru Bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan sebanyak 1 kompi personel Brigade Mobile akan diberangkatkan menuju Kabupaten Poso dalam operasi Tinombala di Sulawesi Tengah pada Jumat 28 April 2016.

    Frans Barung Mangera mengatakan, keberangkatan sekitar 100 personel tersebut merupakan perintah Kapolri Jendral Badrodin Haiti. "Personil Brimob Polda Sulsel diminta untuk menambah kekuatan melaksanakan operasi Tinombala dalam pengejaran kelompok Santoso," kata Barung, Rabu 27 April 2016.

    Barung menerangkan personel Brimob tersebut selama ini memang disiapkan untuk pengejaran dan penindakan di hutan dan gunung. Sehingga, kata Barung, personel Brimob dianggap telah memiliki kemampuan mumpuni. "Mereka sudah disiapkan selama 8 bulan sebelumnya," ucap Barung.

    Sementara itu, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti mengatakan segera menarik personel anggota TNI yang selama ini dalam operasi tersebut. "Kita melihat ada batas waktu, yang sudah berakhir 8 Mei, tapi kita tetap lakukan pembinaan atau pertahanan teritorial, itu berjalan terus," katanya.

    Agus menjelaskan kesulitan menumpas militan Mujahidin Indonesia Timur ini karena medan yang berat. Selain itu, kata dia, militan Santoso cs masih masih mendapat dukungan dari beberapa warga setempat. "Dukungan seperti bantuan makanan, informasi, dan lainnya," jelas Agus.

    Polri menjalankan operasi Tinombala mengejar gembong teroris yang dipimpin oleh Santoso di Poso. Operasi Tinombala dimulai pada 10 Januari 2016. Awalnya, operasi ini direncanakan akan selesai pada 9 Maret. Namun, Operasi diperpanjang hingga enam bulan ke depan. Selama operasi Tinobala, terjadi baku tembak antara pasukan gabungan TNI-Polri dengan kelompok teroris, 2 orang diduga teroris kelompok Santoso tewas.

    SAHRUL ALIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.