Andalkan E-SDM, Surabaya Klaim Nihil Pegawai "Siluman"

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana bersalaman dengan ratusan pegawai Pemkot Surabaya saat halal bihalal di halaman Balaikota Surabaya, 22 Juli2015. Halal bihalal diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah kota Surabaya. FULLY SYAFI

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana bersalaman dengan ratusan pegawai Pemkot Surabaya saat halal bihalal di halaman Balaikota Surabaya, 22 Juli2015. Halal bihalal diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah kota Surabaya. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser mengklaim tidak ada pegawai negeri sipil  "siluman" di lingkungan kerjanya. Pasalnya, kata dia, semua riyawat pegawai negeri sudah terdata dalam database sistem pelayanan kepegawaian yang diberi nama e-SDM.

    Istilah siluman mengacu pada praktek pemberian gaji kepada pegawai yang namanya terdata namun orangnya tidak ada. Praktek itu pernah ditengarahi terjadi di Jawa Barat. “Pegawai negeri siluman itu tidak berlaku di Surabaya, karena kami sudah lama menggunakan e-SDM ini,” kata  Fikser, Selasa, 26 April 2016.

    Persoalan pegawai negeri  siluman juga mencuat ketika Kepala Badan Kegawaian Negara  Bima Haria Wibisana menemukan sekitar 57 ribu pegawai negeri sipil yang tidak jelas statusnya. Badan Kepegawaian saat ini sedang menyelidiki status mereka. Masih eksis, pensiun, absen lama, atau mungkin tidak ada orangnya. Keberadaan pegawi siluman  merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

    Menurut Fikser e-SDM berisi  identitas pegawai, riwayat jabatan, riwayat pendidikan, riwayat pelatihan, riwayat pangkat hingga riwayat hukuman indisipliner. Bahkan, tentang kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, pensiun, izin cuti, izin belajar dan penelitian ijazah hingga penghargaan satya lencana terekam baik di sisitem itu. “Jabatan dan riwayat kepangkatan sejak pertama kali menjadi pegawai negeri hingga masa pensiun ada di e-SDM itu,” ujarnya.

    Berdasarkan data di e-SDM, pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya berjumlah 18.015 orang. Paling banyak lulusan S1 dengan jumlah 9.352 orang, posisi kedua berasal dari SMU 4.627 orang, ketiga lulusa D3 sebanyak 1.125 orang, dan lulusan D2 sebanyak 1.108 orang.

    Adapun pegawai lulusan S2  sebanyak 849 orang, 480 lulusan SMP, 343 lulusan SD, 85 pegawai lulusan D IV, dan tujuh pegawai lulusan S3. “Pendidikannya memang tinggi-tinggi.”

    Data ini, kata dia, akan otomatis bertambah apabila Pemerintah Kota Surabaya menerima pegawai baru dengan berkas yang sudah lengkap. Alhasil, melalui cara ini, bisa diketahui riwayat awal masuk hingga akhir karir pegawai yang bersangkutan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?