Ini Buron Koruptor 6 Tahun Ditangkap di Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atikurrahman. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Atikurrahman. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Makassar -- Kejaksaan Negeri Baubau dibantu Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat menangkap bos PT Wira Indah Buwana, Muhammad Yunus Guzasiah, dan memasukkannya ke Lembaga Permasyaratan Kelas I Makassar, kemarin.

    Yunus ditangkap tanpa perlawanan di dekat rumahnya di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai, Kota Makassar, sekitar pukul 09.30 Wita.

    Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Baubau, Hendra Busrian, mengatakan Yunus merupakan buronan dalam kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Bombana pada 2005. Dia divonis bersalah dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung pada 2010 dengan 4 tahun penjara. "Kami eksekusi setelah 6 tahun buron," kata Hendra, saat ditemui di Kantor Kejati Sulawesi Selatan dan Barat.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Yunus sempat menjalani pemeriksaan singkat di ruangan Bidang Intelijen Kejati Sulawesi Selatan dan Barat. Dia tampak mengenakan jaket, bercelana jeans, memakai topi dan masker guna menutupi wajahnya. Dia hanya terdiam saat digiring sejumlah jaksa ke mobil untuk dibawa ke Lapas Makassar.

    Hendra menerangkan penangkapan Yunus dilakukan setelah melakukan perburuan intensif dalam setahun terakhir. Kejati melacak keberadaan Yunus di sejumlah kediamannya seperti di Bau-bau dan di Makassar. Setelah mendapatkan informasi Yunus kabur ke Kota Daeng, Kejari berkoordinasi dengan Kejati Sulawesi Selatan dan Barat. "Kami melakukan pemetaan dan pendekatan persuasif," tutur dia.

    Hendra menjelaskan Yunus dijebloskan ke Lapas Makassar dengan pertimbangan efektivitas. Ini karena jika Yunus dibawa dibawa ke Bau-bau maka akan membutuhkan waktu dan pengawalan ketat. Hendra mengaku tidak ingin ambil resiko.

    Dalam kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Bombana itu, Hendra mengatakan Kejari menetapkan lima tersangka. Empat di antaranya sudah dijebloskan ke penjara. Mereka adalah mantan Bupati Bombana, Atikurahman; pimpinan proyek, Rose Pimpi, dan dua orang pejabat pembuat komitmen yakni Endang Kilat dan Hasanuddin, serta rekanan, Yunus. Tindakan Yunus dkk dalam proyek senilai Rp 4 miliar itu telah merugikan negara sebesar Rp 280 juta.

    Juru bicara Kejati Sulawesi Selatan dan Barat, Salahuddin, mengatakan Kejaksaan memulai koordinasi perburuan Yunus sejak pekan lalu.  

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.