Universitas Brawijaya Sulap Duri Ikan Jadi Energi Alternatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua wisatawan menikmati keindahan Pantai Gua Cina di Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, (13/12). Pantai yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Malang ini sudah ada semenjak tahun 1930. TEMPO/Abdi Purmono

    Dua wisatawan menikmati keindahan Pantai Gua Cina di Sumbermanjing Wetan, Malang, Jawa Timur, (13/12). Pantai yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Malang ini sudah ada semenjak tahun 1930. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Malang - Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, mengembangkan sumber energi alternatif untuk memasok kebutuhan listrik bagi warga di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. “Warga di pesisir selatan Malang belum dialiri listrik,” kata pengajar teknik elektro Universitas Brawijaya, Eka Maulana, Selasa, 26 April 2016.

    Menurut Eka, energi alternatif memanfaatkan tulang ikan sebagai bahan baterai untuk mengoperasikan panel surya. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Brawijaya, limbah tulang ikan bisa berfungsi sebagai elektrolit dan menyimpan tenaga listrik berbentuk ion. Hasil uji coba tulang ikan menghasilkan tegangan 1,4 volt. “Selama ini tulang ikan terbuang percuma,” ujarnya.

    Eka menjelaskan, masyarakat pesisir juga dilatih merakit panel surya. Panel surya digunakan untuk penerangan wilayah, termasuk rumah warga, warung, penggerak perahu, dan penerangan pos pantau. “Universitas Brawijaya juga memberikan bantuan peralatan dan jaringan listrik untuk fasilitas umum,” ucapnya.

    Selain potensi perikanan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, juga merupakan kawasan wisata yang layak dikembangkan. Setidaknya terdapat sepuluh pantai yang berpotensi menjadi obyek wisata baru. “Fasilitas penunjang obyek wisata tentu membutuhkan listrik,” tutur Eka.

    Eka menjelaskan, Universitas Brawijaya menggandeng masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata di Desa Tambakrejo. Mereka dilatih mengelola dan mengembangkan sumber energi alternatif hasil penelitian Universitas Brawijaya.

    Seorang warga setempat, Petra Prasojo, menjelaskan sudah lama mendambakan listrik menerangi wilayahnya. Selain untuk menunjang kegiatan yang berkaitan dengan perikanan, juga memajukan wisata pantai. "Listrik dari panel surya merupakan salah satu solusi."

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.