Tanah Longsor di Cianjur, Akses ke Gunung Padang Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas berjaga saat alat berat membersihkan sisa longsor tebing di perbatasan Bogor-Cianjur, Jabar, Kamis (10/1). ANTARA/Jafkhairi

    Seorang petugas berjaga saat alat berat membersihkan sisa longsor tebing di perbatasan Bogor-Cianjur, Jabar, Kamis (10/1). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.COCianjur - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sepanjang malam, Senin, 25 April 2016, menyebabkan jalan menuju situs Gunung Padang di Kampung Puncaksalak, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, terputus oleh tanah longsor. Ruas jalan sepanjang 30 meter ambrol diterjang tanah longsor dari tebing setinggi 20 meter. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 26 April 2016, dinihari.

    Bambang, 45 tahun, warga Kampungsalak, Desa Cibokor, menjelaskan, tanah longsor terjadi menjelang subuh. Akibatnya, ruas jalan yang menjadi alat penghubung warga di tiga kecamatan ambrol sehingga aktivitas warga di Kecamatan Cibeber, Campaka, dan Campakamulya lumpuh total.

    "Tak ada korban jiwa karena lokasinya jauh dari permukiman. Namun aktivitas warga terhenti karena jalan tak bisa dilalui sama sekali," kata Bambang di Cianjur, Selasa ini.

    Bambang menambahkan, ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju situs Gunung Padang. "Kalau melihat kondisinya, jalan akan lama bisa diperbaiki karena ambles. Jalan ke Gunung Padang harus memutar jauh," tuturnya.

    Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur Dedi Mulyadi menjelaskan, tanah longsor memutus akses jalan dari arah Cianjur menuju Gunung Padang dan sebaliknya. Menurut dia, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk melakukan perbaikan.

    "Butuh waktu lama untuk memperbaiki jalan karena kondisinya ambles. Kami sedang menyingkirkan material longsor, tapi belum bisa melakukan perbaikan jalan," katanya.

    Hingga saat ini, warga dibantu aparat TNI, Polri, dan petugas BPBD sedang membuat jalan setapak untuk dilalui warga dan sepeda motor. Sedangkan mobil belum bisa melintas di lokasi tersebut.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.