Minggu, 18 November 2018

Jawa Barat Diminta Kebut Studi Kelayakan Jalan Tol Cigatas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak bermain di kawasan proyek jalan R3 tembusan arah tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Bogor, 19 April 2016. Lahan tembusan proyek pembangunan Jalan Tol tahap I sepanjang 15 kilometer kini terbengkalai, sehingga dimanfaatkan oleh anak-anak untuk lahan bermain saat sore hari.  TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sejumlah anak-anak bermain di kawasan proyek jalan R3 tembusan arah tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Bogor, 19 April 2016. Lahan tembusan proyek pembangunan Jalan Tol tahap I sepanjang 15 kilometer kini terbengkalai, sehingga dimanfaatkan oleh anak-anak untuk lahan bermain saat sore hari. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat penyusunan dokumen studi kelayakan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya atau Cigatas. “Apabila sudah selesai, kami akan sampaikan sebagai bahan untuk melakukan berbagai persiapan,” ucapnya di Bandung, Senin, 25 April 2016.

    Iwa berujar, Pemprov Jawa Barat diminta menyiapkan dokumen studi kelayakan setelah Jalan Tol Cigatas mendapat kepastian sebagai bagian dari pengembangan jalan tol nasional. Studi kelayakan itu adalah bagian dari persiapan lelang investasi yang akan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta BPJT.

    Menurut Iwa, usul membangun Jalan Tol Cigatas datang dari Pemprov Jawa Barat. Pihaknya sudah melakukan prastudi kelayakan. "Kami mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan BPJT berdasarkan data tersebut," tuturnya.

    Iwa mengatakan anggaran penyusunan studi kelayakan sudah disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016. Saat ini persiapan penyusunan dokumen dikerjakan Dinas Bina Marga Jawa Barat. “Yang menjadi fokus kami adalah ruas sepanjang 70 kilometer, yaitu dari Cileunyi, Garut, sampai Tasikmalaya,” ucapnya.

    Menurut Iwa, pemerintah pusat juga memberi sinyal untuk meneruskan pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi dari Sukabumi menuju Padalarang. “Pengerjaan untuk Ciawi-Sukabumi relatif tidak ada hambatan,” ujarnya.

    Iwa menuturkan penyediaan lahan, misalnya, sudah hampir tuntas. Lahan jalan tol itu di Kota Bogor, misalnya, sudah bebas 100 persen, sementara pembebasan lahan tengah bergerak menuju seksi 1 fase 2 di Kabupaten Sukabumi. “Diharapkan pembangunan fisiknya pada 2017 sudah selesai untuk seksi 1 fase 1 dan 2 sampai Cigombong, karena pembangunan konstruksi dan pembebasan lahannya paralel,” katanya.

    Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat resmi mengganti nama rencana Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya atau Citas menjadi Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya alias Cigatas. Penambahan Garut itu atas permintaan warga dan Bupati Garut. Rencananya, jalan tol sepanjang 70 kilometer dari Cileunyi, Bandung, menuju Tasikmalaya itu dirancang melintasi Garut.

    Pemprov juga menyiapkan rencana untuk meneruskan jalan tol itu menuju Pangandaran selepas rampungnya Cigatas, yakni Tasimalaya-Banjar serta Banjar-Pangandaran.

    Ada tiga trase jalan tol sepanjang jalur selatan Jawa Barat, yakni Cileunyi-Malangbong-Ciawi-Banjar-Pangandaran-Ciamis, sepanjang 126 kilometer. Taksiran biaya membangun jalan tol dari ruas Cileunyi sampai Tasikmalaya sekitar Rp 7 triliun.

    AHMAD FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.