Jawaban Singkat, Politikus DPRD Usai Jadi Saksi Kasus Suap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak tampak ketengangan di wajah Bestari Barus ketika keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin 25 April 2016. Padahal anggota DPRD DKI Jakarta dari partai Nasdem ini usai dimintak keterangan oleh penyidik lembaga antirasuah. "Soal semangat pembaruan pembahasan Raperda," kata Bestari mengenai materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik KPK.

    Bestari merupakan satu dari politikus-politikus DPRD DKI Jakarta yang diperiksa oleh KPK, Senin 25 April 2016. Ia diperiksa sejak jam 09.00, dan baru kelar jam 16.00. Tak ada komentar atau jawaban dari pertanyaan-partanyaan yang muncul dari mulut para juru warta. Ia lebih banyak mengaku tak mengetahui apapun.

    Sebelum Bestari, politikus Fraksi PKS DPRD DKI Selamat Nurdin terlebih dulu diperiksa KPK. Ia mengaku dicecar penyidik mengenai Panitia Khusus Zonasi. "Ya, saya Ketua Pansus Zonasi, jadi semua kami kasih keterangan ke penyidik," ucap dia.

    Selang beberapa menit, giliran Wakil Ketua Badan Legislasi DPRD DKI Jakarta Merry Hotma. Politikus PDI Perjuangan ini menjawab seperti halnya politikus lain: singkat dan tak detail. "Mekanisme rapat dengan eksekutif," kata dia.

    Tak cuma itu saja, KPK hari ini memeriksa Mohammad Sangaji, dan Mohamad Taufik. Mereka diperiksa sebagai saksi kasus suap pembahasan raperda reklamasi. Tersangka penerima suap tak lain adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.Sanusi menjadi tersangka sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menangkapnya di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Kamis, 31 Maret 2016. Ia diduga menerima duit dari bos Agung Podomoro Ariesman Widjaja.

    Komisi Pemberantasan Korupsi baru menetapkan tiga tersangka, yaitu Sanusi, Ariesman, dan Trinanda Prihantoro, karyawan Ariesman. Hingga Sanusi ditangkap, ada dugaan bahwa dana dari pengembang juga mengalir ke anggota DPRD lainnya.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.