Djoko Tjandra Masuk Panama Papers, Jaksa Agung Angkat Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha properti Djoko Soegiarto Tjandra, yang menjadi buron dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar sejak 2009. Juga masuk dalam dokumen Mossack. Interpol.go.id

    Pengusaha properti Djoko Soegiarto Tjandra, yang menjadi buron dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 904 miliar sejak 2009. Juga masuk dalam dokumen Mossack. Interpol.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengaku masih kesulitan mengejar buron kasus cessie Bank Bali, Joko Tjandra. Selain posisi tepatnya tak diketahui, kata Prasetyo, Joko Tjandra juga dilindungi negara tempat ia bersembunyi, Papua Nugini.

    "Ya kami berharap pemerintah Papua Nugini bisa menyerahkan (Joko) kepada kita," ujar Prasetyo ketika dicegat awak media di depan kantornya, Senin, 25 April 2016.

    Sebagaimana diketahui, Joko kabur ke Papua Nugini pada 9 Juni 2009. Ia, yang terbukti bersalah dalam kasus cessie (hak tagih) Bank Bali 1998, kabur untuk menghindari vonis dua tahun penjara dan denda Rp 15 juta dari pengadilan.

    Baca juga:
    Panggil Luhut, Presiden Jokowi Tanya Soal Panama Papers
    Tak Tahu Mayfair, Luhut Pandjaitan Bantah Panama Papers
    Skandal Panama Papers: Jokowi Didesak Telusuri Harta Luhut


    Beberapa pekan terakhir, nama Joko kembali mencuat karena masuk daftar pemilik perusahaan di negara suaka pajak, Panama Papers, yang bocor dari firma hukum Mossack Fonseca. Mossack Fonseca diduga membantu Joko mengoperasikan perusahaan cangkang miliknya di British Virgin Islands, yang bernama Shinc Holding Limited, berdiri 2001.

    Prasetyo melanjutkan, bahwa Joko juga makin susah disentuh di Papua Nugini karena ia sudah berganti kewarganegaraannya. Selain itu, lanjut Prasetyo, Joko terakhir dikabarkan memberi sumbangan luar biasa ke Papua Nugini.

    "Nah, kalau mereka melindungi terus seperti sekarang, agak sulit bagi kita. Itu persoalannya," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.