Luhut: Kelompok Santoso Tinggal 25 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Luhut menyampaikan harapannya agar Indonesia jangan mau didikte negara asing. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, saat coffee morning dengan sejumlah wartawan di kantor Menkopolhukam, Jakarta, 21 April 2016. Luhut menyampaikan harapannya agar Indonesia jangan mau didikte negara asing. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim hingga saat ini Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, berjalan sangat baik. Menurut dia, hal ini dibuktikan dengan adanya dua anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso yang menyerahkan diri kepada anggota Satgas Operasi Tinombala 2016 pada Jumat, 22 April kemarin. 

    "Kemarin ada tambah dua yang turun karena kelaparan," kata Luhut di Gedung Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin, 25 April 2016.

    Luhut menuturkan, dengan adanya penyerahan diri kedua orang itu, jumlah anggota kelompok Santoso kini diperkirakan tinggal berjumlah 25 orang. "Kami akan kejar terus sisanya sampai dapat," katanya.

    Luhut menjelaskan, sejauh ini satuan tugas gabungan anggota masih terus mempersempit ruang gerak anggota kelompok Santoso dengan memperluas wilayah kepungan.

    Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia menjalankan Operasi Tinombala dalam rangka pengejaran gembong teroris yang dipimpin oleh Santoso di Poso. Operasi Tinombala yang ditujukan untuk menangkap kelompok Santoso itu dimulai pada 10 Januari 2016. Awalnya, operasi ini direncanakan akan selesai pada 9 Maret 2016.

    Luhut belum menargetkan kapan timnya akan menyelesaikan operasi. Luhut mengusulkan masa Operasi Tinombala diperpanjang selama enam bulan ke depan agar maksimal. "Dari zaman dulu, yang namanya operasi gerilya tak bisa ditargetkan kapan beres, tak bisa saya bilang bulan depan atau besok selesai. Medannya juga berat," katanya, Jumat, 11 Maret 2016.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.