Panggil Luhut, Presiden Jokowi Tanya Soal Panama Papers

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan membuka acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Jakarta, 18 April 2016. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mengumumkan bukti-bukti pelanggaran HAM berat peristiwa itu pada 2012. Kajian akademik pun telah dilakukan berbagai kalangan. TEMPO/Subekti

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan membuka acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Jakarta, 18 April 2016. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mengumumkan bukti-bukti pelanggaran HAM berat peristiwa itu pada 2012. Kajian akademik pun telah dilakukan berbagai kalangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Senin, 25 April 2016. Selain membahas soal kunjungan Luhut ke Cina, Presiden membahas mengenai keterlibatan mantan Menteri Perindustrian itu dalam Panama Papers.

    "Ya lapor. Udah tadi," kata Luhut setelah menemui Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 25 April 2016. Setelah membahas masalah itu, Luhut mengaku Presiden tidak mempermasalahkannya. "Enggak ada masalah."

    Luhut tiba di Istana sekitar pukul 09.45 dan langsung masuk ke kompleks Istana. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. Selain membahas soal Panama Papers, Luhut melaporkan mengenai rencana kunjungannya ke Cina.

    Penelusuran tim investigasi majalah Tempo menemukan nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dalam dokumen The Panama Papers. Informasi lengkap mengenai temuan ini bisa dibaca di majalah Tempo edisi digital yang telah beredar sejak Sabtu, 23 April 2016.

    The Panama Papers adalah bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca. Kantor pengacara yang berbasis di Panama ini terkenal memiliki spesialisasi membuat perusahaan offshore rahasia di kawasan suaka pajak, seperti British Virgin Islands.

    Nama Luhut tercantum sebagai Direktur Mayfair International Ltd. Perusahaan offshore ini didirikan pada 29 Juni 2006. Dalam dokumen Panama Papers, nama pemilik Mayfair adalah dua perusahaan: PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi.

    Dalam akta pendiriannya, Mayfair disebut beralamat di Suite 13, First Floor, Oliaji Trade Centre, Francis Rachel Street, Victoria, Mahe, Seychelles. Ini negara kepulauan bekas jajahan Inggris yang bersebelahan dengan Pulau Madagaskar, terpencil di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.600 kilometer ke arah timur daratan Afrika.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.