Hari Malaria Sedunia, Bengkulu Bebas Penyakit Ini 2020

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegiat yang tergabung dalam Indonesia Malaria Care Foundation melakukan aksi damai di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Selasa (23/4). Aksi tersebut mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit malaria yang telah memakan korban jiwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pegiat yang tergabung dalam Indonesia Malaria Care Foundation melakukan aksi damai di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Selasa (23/4). Aksi tersebut mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit malaria yang telah memakan korban jiwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COBengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama para kepala daerah di tingkat kabupaten/kota bertekad mempercepat eliminasi malaria sesuai dengan tingkat endemisitas daerah masing-masing. 

    Tekad itu dinyatakan secara bersama oleh para bupati dan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu pada peringatan Hari Malaria Sedunia yang dipusatkan di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. 

    Meskipun Bengkulu sudah lama menjadi daerah endemis malaria, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh masyarakat akan bekerja keras menjadikan Bengkulu sebagai daerah eliminasi malaria. “Karena itu, stigma bahwa kalau belum terkena malaria maka bukan warga Bengkulu akan kami hilangkan” ujar Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.

    Sejauh ini, tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu yang sudah dinyatakan eliminasi malaria adalah Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Kepahiang. Tujuh kabupaten/kota lainnya ditargetkan eliminasi malaria pada 2017 hingga 2019, sehingga Provinsi Bengkulu secara keseluruhan akan eliminasi malaria pada 2020. 

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, jumlah kasus malaria di Indonesia pada 2011-2015 mengalami penurunan. Namun, dari 514 kabupaten/kota yang ada, baru 232 yang berstatus eliminasi malaria. Adapun lima provinsi yang merupakan endemis tertinggi malaria adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. 

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.