Airlangga dan Aziz Mantapkan Koalisi dengan Syahrul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat mendeklarasikan dirinya menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, 1 Maret 2016. Airlangga Hartarto yang didukung oleh DPD I dan II mengaku siap maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional bersaing dengan kandidat lainnya Idrus Marham, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Ade Komarudin, Setya Novanto dan Aziz Syamsudin. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat mendeklarasikan dirinya menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, 1 Maret 2016. Airlangga Hartarto yang didukung oleh DPD I dan II mengaku siap maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional bersaing dengan kandidat lainnya Idrus Marham, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Ade Komarudin, Setya Novanto dan Aziz Syamsudin. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COMakassar - Dua calon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Aziz Syamsuddin, memantapkan koalisi dengan Syahrul Yasin Limpo dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), yang akan digelar pada pertengahan Mei di Nusa Dua, Bali. 

    Airlangga menjelaskan, bentuk koalisi yang dibangun dengan Syahrul, Aziz, dan Mahyuddin berupa koalisi penggalangan dukungan. Misalnya, satu di antara empat ini akan terpilih sebagai ketua umum. Maka mereka secara bersama-sama menggalang dukungan dalam membesarkan partai, sehingga partai tidak lagi terpecah belah.

    "Dukungannya baru sebatas akomodasi. Belum pada siapa yang akan diusung di antara keempatnya," ujar Airlangga ketika dihubungi, Ahad, 24 April 2016.

    Dari kesepakatan itu, akan dihasilkan pembagian jabatan dalam struktur kepengurusan. "Itu pasti. Siapa dapat apa. Tapi saya tak ingin terlalu jauh membahasnya. Jangan sampai di antara kami tidak ada yang terpilih. Bisa-bisa jadi kabar angin. Angin Mammiri. Ha-ha-ha…," katanya sambil tertawa.

    Bendahara Partai Golkar hasil Munas Riau itu menambahkan, Munaslub Golkar, yang sempat mundur dari 17 Mei, dijadwalkan akan digelar pada 23 Mei.

    "Kata Pak Ical, ketika menghadiri Musda Golkar di Bandung, Munaslub akan digelar 23 Mei. Tapi ini belum final, akan diplenokan lebih dulu. Termasuk biaya pendaftaran bagi calon peserta yang nilainya Rp 5-10 miliar," tuturnya.

    Airlangga mengaku heran ada iuran yang dibebankan bagi calon ketua umum dalam munaslub. Pasalnya, saat Munas Riau 2009, tidak ada biaya semacam ini. Karena itu, ia menunggu kepastian dari hasil rapat pleno, yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. "Saya tunggu saja keputusannya terkait dengan iuran itu," ucapnya.

    Secara terpisah, Aziz Syamsuddin tak membantah jika dikabarkan berkoalisi dengan tiga calon ketua umum yang lain. Menurut anggota DPR ini, koalisi yang dibangun itu berupa pemberian dukungan bila satu di antara mereka terpilih. "Saat ini kita sama-sama maju. Bila pada akhirnya di antara kami ada yang terpilih, kami bersama-sama membesarkan partai dalam program yang kami gagas," ujarnya.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.