Menteri Retno: WNI Sandera Abu Sayyaf Masih Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno Marsudi usai memberikan keterangan media terkait perkembangan upaya pembebasan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf di Jakarta, 5 April 2016.  Pemerintah Indonesia diminta menunggu hingga 8 April 2016 untuk bernegosiasi mengenai penyanderaan awak kapal Brahma 12 ini. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Menlu Retno Marsudi usai memberikan keterangan media terkait perkembangan upaya pembebasan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf di Jakarta, 5 April 2016. Pemerintah Indonesia diminta menunggu hingga 8 April 2016 untuk bernegosiasi mengenai penyanderaan awak kapal Brahma 12 ini. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kondisi 14 warga negara Indonesia yang menjadi sandera di Filipina saat ini kondisinya masih baik. Menurut dia, pemerintah terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina untuk memantau perkembangan pembebasan sandera.

    "Informasi yang kami peroleh, alhamdulillah warga negara Indonesia masih dalam kondisi baik. Upaya terus kami lakukan," kata Retno setelah kembali dari kunjungan kerja ke Eropa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 23 April 2016.

    Retno mengaku terus berkomunikasi secara intens dengan menteri luar negeri Filipina. Selama lima hari kunjungannya ke Eropa, kata dia, komunikasi mengenai upaya pembebasan sandera pun terus dilakukan. "Semua komunikasi, saran, dan upaya terus kita lakukan mengenai cara penyelesaian yang terbaik," katanya.

    Kelompok Abu Sayyaf diduga bertanggung jawab atas penyanderaan kapal tunda (tugboat) Henry dan kapal tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina. Sementara itu, dalam penyanderaan sepuluh WNI akhir Maret lalu, kelompok itu menuntut tebusan hingga 50 juta peso. Pemerintah menolak terlibat untuk memenuhi permintaan tebusan itu.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan sebelumnya mengatakan kasus penyanderaan warga negara Indonesia di perairan Filipina belum dituntaskan dalam waktu dekat. Menurut dia, militer Indonesia belum bisa terlibat karena rumitnya regulasi wilayah Filipina.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.