Jokowi: Eropa Minta Indonesia Kembangkan Islam yang Moderat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Parlemen Kerajaan Inggris di Royal Robing Room, Istana Westminster, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam pidatonya, Jokowi menyerukan pada para anggota parlemen Inggris untuk lebih mengenal Indonesia dan menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia. REUTERS/Stefan Wermuth

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di Parlemen Kerajaan Inggris di Royal Robing Room, Istana Westminster, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam pidatonya, Jokowi menyerukan pada para anggota parlemen Inggris untuk lebih mengenal Indonesia dan menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan negara-negara Eropa meminta Indonesia untuk mengembangkan Islam yang moderat, toleran, dan damai. Eropa, kata Jokowi, meminta Indonesia dapat menciptakan negara yang damai.

    "Apresiasi dan harapan yang tinggi terhadap peran Indonesia untuk perdamaian melalui pengembangan Islam yang moderat, demokratis, dan toleran," kata Jokowi, setelah mendarat dari kunjungannya ke Eropa, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 23 April 2016.

    Menurut Presiden Jokowi, saat ini nilai Islam yang damai, moderat, demokratis, dan toleran menjadi senjata diplomasi bagi Indonesia. Selain itu, Jokowi mengatakan Eropa juga menaruh kepercayaan besar pada perekonomian Indonesia. Menurut dia, selama kunjungan ke Eropa, para kepala negara memuji kebijakan deregulasi yang diterbitkan pemerintah.

    Selama kunjungan tersebut, kata Jokowi, Indonesia telah menandatangani sejumlah kerja sama, seperti di bidang pendidikan kejuruan dengan Jerman dan kerja sama perihal ekonomi kreatif dengan Inggris. Selain itu, Indonesia juga menandatangani kerja sama di bidang maritim dan pengelolaan air dengan Belanda.

    Presiden Jokowi juga mengapresiasi ada lima perancang busana asal Indonesia yang menjual produknya di pusat perbelanjaan besar di London.

    Jokowi mendarat di Halim sekitar pukul 17.00. Ia disambut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.