BNN Tangkap Kasat Narkoba yang Diduga Bekingi Pengedar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso dalam paparannya dihadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan pimpinan fraksi DPR di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, 4 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso dalam paparannya dihadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan pimpinan fraksi DPR di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, 4 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Medan - Badan Narkotika Nasional memeriksa Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Belawan Ajun Komisaris Ichwan Lubis terkait dengan ditemukannya transaksi mencurigakan dalam kasus narkoba dengan tersangka Toni alias Toge.

    "Saat kami sedang menelusuri perkara tindak pidana pencucian uang dalam kasus narkoba dengan tersangka tersebut, ditemukan adanya transaksi mencurigakan yang baru. Setelah ditelusuri, ternyata transaksi itu dengan oknum polisi, yakni Kasat Narkoba Polres KP3 Belawan," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso, Jumat, 22 April 2016.

    Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, BNN kemudian menangkap Ichwan. Dari penangkapan itu, ditemukan uang tunai Rp 2,3 miliar. "Dari hasil perekaman pembicaraan, uang yang diminta Rp 8 miliar, bahkan di situ mengatasnamakan pimpinan BNN. Itu kan berarti saya, dan menyebutkan pangkat, masak bintang tiga dikasih sekian katanya," ucap pria yang biasa disapa Buwas itu.

    Saat operasi gabungan penangkapan terhadap Toni di Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam pada 25 Maret 2016, Ichwan ikut dalam operasi tersebut. Bahkan dia pernah menangani kasus narkoba dengan tersangka Toni, tapi tidak dilanjutkan.

    "Oknum ini memanfaatkan kasus tersebut dan tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT). Saat ini yang bersangkutan sudah dibawa ke sini (kantor BNN) untuk menjalani pemeriksaan bersama tersangka Toni," ujar Buwas.

    Buwas menyatakan tidak marah atas pencatutan namanya. "Enggak marahlah, itu sudah konsekuensi, risiko. Saya sudah lapor ke Kapolri, agar yang bersangkutan ditindak tegas," tuturnya.

    Sebelumnya, Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan narapidana yang diamankan tersebut atas nama Toni yang mendapat fasilitas khusus di LP Lubuk Pakam.

    Saat dilakukan penggeledahan oleh BNN dan polres setempat pada 25 Maret 2016, ditemukan fasilitas ruang karaoke, brangkas, kamera pengintai, dan uang.

    "Ini adalah jaringan Malaysia, Aceh, Sumatera Utara, dan Jakarta dengan barang bukti puluhan kilogram sabu, puluhan ribu pil ekstasi, dan puluhan ribu pil happy five," ujar Arman.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.