Banjir Bekasi, PLN Sebut Tinggal Enam Gardu yang Dipadamkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban Banjir saat menunggu evakuasi di atap rumahnya di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, 21 April 2016. Sebanyak 1.500 rumah terendam banjir kiriman hingga setinggi 3,5 meter. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Korban Banjir saat menunggu evakuasi di atap rumahnya di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, 21 April 2016. Sebanyak 1.500 rumah terendam banjir kiriman hingga setinggi 3,5 meter. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COBandung - Supervisor Humas Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat, Octoyura Ridha Bamahry, mengatakan jumlah gardu listrik yang dipadamkan karena banjir Bekasi sudah berkurang. 

    “Per hari ini jam 15.00 WIB, PLN melaporkan hanya tinggal enam gardu (yang terkena dampak banjir Bekasi),” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat, 22 April 2016.

    Sejak banjir semalam, PLN sempat memadamkan 15 gardu akibat banjir Bekasi yang mengakibatkan padamnya listrik 2.408 pelanggan. Octoyura mengatakan, per hari ini, tersisa 1.571 pelanggan yang masih mengalami padam listrik akibat pemadaman enam gardu listrik itu. 

    “Sebagian besar berada di wilayah kerja PLN Rayon Babelan dengan wilayah yang terkena dampak, yaitu Teluk Pucung, Kampung Kebon Singkong Pisangan, Penggilingan Tengah, dan Pantai Urip Jaya,” kata Octoyura.

    Menurut dia, pemadaman itu sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik akibat banjir. Adapun untuk gardu listrik yang kini sudah menyala, sembilan gardu, petugas PLN tengah memeriksa jaringan listrik di daerah yang dinilai sudah aman dari banjir.

    Octoyura mengatakan PLN meminta warga tetap berhati-hati terhadap kabel dan jaringan listrik yang tergenang air. Dia meminta warga menghubungi call center 123 jika membutuhkan bantuan PLN.

    Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, kawasan hulu di Bogor sebagai penyumbang banjir itu relatif sudah rusak. “Kita sulit memprediksi air dari kawasan hulu karena kawasannya relatif sudah rusak, ditambah curah hujan tidak menentu. Pada saat ada kerusakan hutan, curah hujan tidak menentu, sangat sulit diprediksi meskipun kesiapan fisik seperti tanggul segala macam ada. Tapi tidak kuat,” katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.