Maju Calon Ketua Golkar, Akom dan Idrus Berebut Restu Kalla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poros Muda Golkar Silaturahmi dengan Calon Ketua Umum Parta Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Rabu 16 Maret 2016. Tempo/ Arkhelaus Wisnu

    Poros Muda Golkar Silaturahmi dengan Calon Ketua Umum Parta Golkar Idrus Marham di Hotel Sultan Rabu 16 Maret 2016. Tempo/ Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Silaturahmi politik para calon Ketua Umum Partai Golkar ke Wakil Presiden Jusuf Kalla kian gencar menjelang pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa. Setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin, kini giliran Sekretaris Jenderal Idrus Marham yang sowan ke Kalla.

    "Saya ingin mendapat barokah dari beliau untuk dapat menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar," kata Idrus sebelum melakukan pertemuan dengan Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 22 April 2016. Pertemuan dengan Kalla, kata dia, ia umpamakan sebagai junior yang menghadap senior, mantan Ketua Umum Golkar dan Wapres. "Sekaligus sebagai kakak dan orang tua saya," kata Idrus.

    Selain meminta restu Kalla, Idrus juga menyerahkan buku berjudul Magnet Politik Partai Golkar, Gerakan Golkar Bangkit. Buku itu, kata Idrus, sengaja dibuat menghadapi Munaslub Golkar yang akan berlangsung 25-27 April di Bali. "Ini sesuai arahan Ka Ucu (Kalla) bahwa untuk menjadi pemimpin itu harus dengan konseptual," kata Idrus.

    Sebelum Idrus, Ade Komarudin telah lebih dulu menemui Kalla pada Rabu lalu di tempat yang sama. Politikus yang akrab disapa Akom itu mengatakan kedatangannya untuk minta restu dan arahan Kalla sebelum maju sebagai calon ketua umum. Dalam pertemuan satu setengah jam itu, Ade ditemani Ketua Komisi Keuangan DPR Ahmadi Noor Supit.

    Menurut Kalla, Akom mempunyai pengalaman yang baik untuk maju sebagai ketua umum. Apalagi, salah satu syarat yang mesti dimiliki Ketua Umum Golkar adalah harus dapat diterima dan mempunyai kredibilitas yang baik.

    "Karena kalau Golkar mau baik, ketuanya harus punya kredibilitas, harus dipercaya, harus tidak punya masalah hukum, harus bisa membawa Golkar lebih besar," kata Kalla saat mengantar kepulangan Ade hingga pintu gedung kantor Wakil Presiden.

    Saat ditanyakan apakah kans Idrus lebih besar ketimbang Ade, Kalla tertawa lepas. "Berjuang semua," kata Kalla singkat setelah bertemu Idrus selama sekitar 30 menit. Dia menambahkan, dirinya tidak punya hak pilih. "Jadi biar anggota lah yang memutuskan."

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.