Jelang Libur Mei, Pengelola Malioboro Siapkan Kantong Parkir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    Jalan Malioboro, Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menjelang lonjakan pengunjung pada libur panjang awal Mei mendatang, Forum Komunikasi Parkir Yogyakarta mengantisipasi kelangkaan lokasi parkir untuk kendaraan roda empat dan bus di kawasan Malioboro. Awal bulan depan diperkirakan kunjungan wisata ke Yogyakarta bakal melonjak saat libur bersamaan mulai 5 Mei.

    "Untuk lokasi parkir mobil dan bus wisatawan yang hendak ke Malioboro ada dua alternatif," ujar Ketua Forum Komunikasi Parkir Yogyakarta, Hanarto, Jumat, 22 April 2016. Dua lokasi itu, yakni Bong Suwung atau kompleks barat Stasiun Tugu, dan Kampung Pecinan Ketandan atau belakang Hotel Melia Purosani. "Untuk parkir roda dua kami perkirakan cukup di lokasi Taman Parkir Abu Bakar Ali. Yang jadi masalah hanya mobil dan bus." 

    Sejak Malioboro steril dari parkir kendaraan bermotor, pemerintah mengalokasikan tempat untuk kendaraan roda dua di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Untuk parkir bus tetap bertumpu pada tiga lokasi utama, yakni parkir Taman Senopati, Ngabean, dan lantai dasar Abu Bakar Ali. "Untuk mobil pribadi biasanya diparkir langsung di lokasi yang disediakan pertokoan atau mal," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh.

    Namun Forum Parkir menilai, untuk mobil belum semua pertokoan menyediakan lahan, sehingga parkir di Bong Suwung Stasiun Tugu dan Ketandan disiapkan. "Dari dua lokasi itu bisa menampung 300 unit mobil. Enggak mencukupi jika hanya mengandalkan lokasi parkir pertokoan," ujar Hanarto.

    Sejak parkir Abu Bakar Ali difungsikan awal April lalu, rata-rata dalam sehari ada 300 motor pengunjung Malioboro menitipkan kendaraannya di lokasi itu. Dengan tarif Rp 2.000 per motor sesuai tarif yang diterapkan paguyuban.

    Koordinator Keamanan, Ketertiban, dan Lalu Lintas UPT Malioboro, Ahmad Syamsudi, mengatakan saat libur panjang jumlah kendaraan yang melintasi Malioboro sekitar 4.000 unit per hari.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.