Bupati Cirebon Gebrak Meja dan Usir Pedagang Pasar Sumber

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Hasan Jamali

    AP/Hasan Jamali

    TEMPO.CO, Cirebon - Unjuk rasa pedagang Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membuat berang Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra. Kemarahan Sunjaya berawal saat sekitar 300 orang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Sumber dan Gerakan Pemuda Pasar Sumber berdemonstrasi ke kantor Bupati Cirebon, Kamis, 21 April 2016.

    Unjuk rasa tersebut merupakan aksi yang kesekian kalinya dilakukan pedagang setelah pasar tempat mereka berjualan terbakar pada Agustus 2015. Pedagang  menolak rencana relokasi pasar ke Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, seperti rencana pemerintah daerah.

    Lima  perwakilan pengunjuk rasa akhirnya berdialog dengan Bupati Cirebon dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Cirebon, Erry Ahmad Khusaery. Semula dialog berjalan santai. Namun tiba-tiba Sunjaya naik pitam.

    Sunjaya kesal terhadap seorang perwakilan pedagang yang bersikeras menolak relokasi. Pedagang itu mengatakan Pemerintah Cirebon tidak pernah melakukan sosialisasi lebih dulu soal rencana pemindahan pasar.

    Sunjaya  bangkit dari tempat duduknya dan membentak orang tersebut. Sunjaya pun sempat menggebrak meja dan menyuruh agar orang itu tak banyak omong.

    Suara Sunjaya yang cukup keras terdengar hingga keluar ruang pertemuan. Sunjaya akhirnya mengusir perwakilan pengunjuk rasa yang tak diketahui identitasnya itu. Sunjaya pun langsung keluar ruangan dan tidak lagi meneruskan dialog. Dia juga menolak diwawancara awak media yang sudah menunggu.

    Sebelumnya, dalam dialog itu Sunjaya mengaku peluang revitalisasi Pasar Sumber masih terbuka sepanjang lolos dari feasibility study atau uji kelayakan yang kini sedang dilaksanakan oleh pihak ketiga. “Namun jika tidak lolos, Pasar Sumber harus direlokasi,” kata Sunjaya.

    Seorang pedagang, Ela, mengaku hanya ingin berjualan di lokasi yang lama. “Selama ini kami berjualan di pasar darurat yang posisinya berdekatan dengan pasar lama,” kata Ela.

    Sekalipun berdekatan dengan pasar lama namun menurut Ela omset dagangannya turun drastis. Rata-rata penurunan omset mencapai hingga 60 persen.

    Kelurahan Kenanga yang digadang-gadang sebagai lokasi pasar baru  dinilai Ela hanya akan membuat pedagang makin rugi. Alasannya, jarak yang leibh jauh dari pasar lama yang berada di pusat kota Sumber.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.