2 Anak di Bawah Umur Pengeroyok Salim Kancil Mulai Diadili  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan membawa berbagai poster sejumlah  aktivis lingkungan melakukan aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa. FULLY SYAFI

    Dengan membawa berbagai poster sejumlah aktivis lingkungan melakukan aksi solidaritas atas terbunuhnya aktivis petani Salim Kancil di Surabaya, 1 Oktober 2015. Aksi yang di ikuti oleh WALHI Jatim, LBH Surabaya, Ecoton dan sejumlah kelompok mahasiswa. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya mulai menyidangkan dua anak pelaku pengeroyokan terhadap aktivis antitambang Salim Kancil dan Tosan, Kamis, 21 April 2016. Sidang yang dilakukan secara maraton itu dinyatakan tertutup untuk umum.

    "Kami langsung membacakan dakwaan, mendengarkan keterangan saksi dan keterangan terdakwa. Minggu depan bisa tuntutan," kata jaksa penuntut umum Dody Gazali.

    Menurut Dody, sidang sengaja dipercepat karena masa sidang anak dalam aturannya hanya 25 hari. Dody enggan mengungkapkan materi dalam persidangan. "Minggu depan langsung tuntutan dan sehari setelahnya bisa putusan."

    Didampingi kuasa hukumnya, dua terdakwa berinisial I dan D warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, itu nampak tegang menjalani sidang. Bersama puluhan warga, keduanya dianggap ikut terlibat menganiaya Salim hingga tewas. Usai sidang terlihat lima orang keluar dari ruangan dan buru-buru  memaski Kijang Innova dan meninggalkan pengadilan negeri. "Mereka saksi," kata jaksa.

    Lima saksi itu adalah Dio, anak Salim Kancil; Tijah, isteri Salim Kancil; Tosan; Ida, guru pendidikan anak usia dini; dan Supiin, kakak  Tijah.  Saksi lain ialah  Elisandi dan Madasir yang juga terdakwa dalam perkara yang sama. "Semua diberi waktu bergantian untuk memberikan kesaksian," tutur Dody.

    Kasus pembunuhan Salim dan penganiayaan Tosan terjadi pada Sabtu, 26 September 2015. Dua warga Desa Selok Awar-awar itu menjadi korban penyiksaan lebih dari 30 orang pro-penambangan pasir di Pantai Watu Pecak.

    Salim ditemukan tewas di jalan dekat makam desa setempat setelah sebelumnya sempat dijemput dari rumahnya dan disiksa di balai desa. Sedangkan Tosan mengalami luka-luka serius. Dia sempat menjalani perawatan dan operasi.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.