Mahkamah Kehormatan Putuskan Ivan Haz Dipecat dari DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz usai menjalani pemeriksaan di Polda  Metro Jaya, Jakarta, 29 Februari 2016. Ivan Haz diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 Februari 2016. Ivan Haz diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya mengambil keputusan soal kasus yang menjerat Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, politikus dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan anggota Mahkamah sepakat Ivan Haz dipecat sebagai anggota DPR.

    "Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal MKD setelah menerima laporan panel MKD," ujar Surahman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 April 2016. Ivan dianggap melanggar kode etik berat setelah terbukti menganiaya pembantu rumah tangganya.

    Rapat panel pemecatan Ivan Haz dilakukan kemarin dan dilanjutkan penetapannya dalam rapat internal hari ini. Keputusan memecat Ivan itu diambil berdasarkan suara bulat dari semua anggota MKD. Hal ini didasarkan pada bukti-bukti yang ada dan sejumlah saksi yang telah diperiksa. 

    Ivan kini mendekam sebagai tahanan setelah mengakui perbuatannya. Ivan dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 dan 2 serta Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 30 juta.

    Hal lain yang menjadi pertimbangan pemecatan Ivan adalah dia tidak pernah menghadiri rapat komisi atau reses di daerah pemilihannya. Surahman mengatakan keputusan ini selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna pada 29 April mendatang untuk mendapatkan persetujuan dari semua anggota Dewan.

    GHOIDA RAHMAH

    BERITA MENARIK
    Penganiayaan Tamara Blezynski Ternyata Sandiwara? Ini Langkah Polisi 
    Obrolan Mengejutkan Istri Agus dengan Korban Mutilasi Cikupa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.