Buron BLBI, Samadikun, Tiba di Bandara Halim Jam 7 Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyo usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, 21 April 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Jaksa Agung HM Prasetyo usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, 21 April 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung H.M. Prasetyo menuturkan buron penggelapan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, Samadikun Hartono, akan tiba di Tanah Air. Samadikun diperkirakan tiba hari ini pukul 19.00 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    "Malam ini (ia) akan datang. Nanti segera kami eksekusi," katanya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 April 2016.

    Prasetyo berujar, Samadikun merupakan buron yang dikejar sejak 2003. Samadikun adalah bekas Komisaris Bank Modern, penikmat kucuran dana bantuan Bank Indonesia pada saat krisis moneter 1998. Samadikun disebut merugikan negara Rp 169 miliar. Dia telah divonis 4 tahun penjara. Sebelum dieksekusi jaksa, Samadikun terbang ke Jepang dengan alasan hendak berobat.

    Namun, seusai divonis dan mendapat keputusan hukum inkrah atau tetap, "Ternyata yang bersangkutan melarikan diri dan konon memiliki usaha di Cina dan Vietnam," tuturnya.

    Prasetyo menuturkan keberhasilan memulangkan Samadikun adalah bukti pihaknya selama ini tak tinggal diam. "Kami tidak memberikan para buron itu kebebasan di luar negeri. Diam-diam, kami selalu berusaha keras menemukan mereka," ucapnya.

    Dalam pengejaran terhadap Samadikun, Kejaksaan Agung menggandeng Badan Intelijen Nasional (BIN). Menurut Prasetyo, BIN telah membantu menggunakan kewenangannya menangkap dan memulangkan Samadikun. "Kami akan usahakan kapasitas BIN untuk membantu mencari buron-buron di luar negeri," katanya.

    Menurut Prasetyo, sempat beredar isu pemerintah Cina ingin melakukan barter kepulangan Samadikun dengan warga negara Cina dari suku Uighur. Namun hal itu ditolak pemerintah Indonesia. Sebab, pendekatannya berbeda.

    "Kita mengejar buron rakyat Indonesia yang melakukan kejahatan di Indonesia dan ditemukan di luar negeri. Sedangkan Uighur melakukan kejahatannya di sini. Mereka bisa memahami itu," ujarnya.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.