Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Beda Kapolri dan Komnas HAM Melihat Kematian Siyono  

Editor

Pruwanto

image-gnews
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta Muhadjir Effendy dan Busyro Muqoddas menemui wartawan usai audiensi dengan Kapolri di Mabes Polri Jakarta, 4 April 2016. TEMPO/Inge Klara
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta Muhadjir Effendy dan Busyro Muqoddas menemui wartawan usai audiensi dengan Kapolri di Mabes Polri Jakarta, 4 April 2016. TEMPO/Inge Klara
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Pengurus Pusat Muhammadiyah, serta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tetap menganggap kasus tewasnya Siyono sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh Detasemen Khusus Antiteror. Ada sejumlah dasar yang mereka utarakan. "Lho, kalau setiap menganiaya orang lain, itu pidana," kata komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, kepada Tempo, Rabu, 20 April 2016. “Tidak cukup hanya pelanggaran etik.”

Sistem hukum Indonesia berasas praduga tak bersalah. Penganiayaan, apalagi hingga tewas, terhadap seseorang yang baru berstatus diduga, merupakan tindak pidana. Hukum, kata Siane, harus tetap menghormati hak-hak orang tersebut.

Siane menguatkan dugaan tindak pidana itu dengan hasil autopsi dokter forensik Muhammadiyah dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Tak ada tanda-tanda perlawanan dari Siyono. Tak ada pula bekas luka akibat menangkis. "Itu jelas bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," ujarnya. Siyono pun tewas karena tulang dadanya patah dan menusuk jantung.

Baca:Hasil Otopsi Siyono Berbeda dengan Penjelasan Polisi

Hasil otopsi tersebut berbeda dengan yang disampaikan Mabes Polri. Versi Kepolisian, Siyono melawan petugas Detasemen Khusus Antiteror. Siyono tewas akibat bagian kepala belakangnya terbentur kaca mobil. 

Siyono merupakan warga Klaten, Jawa Tengah. Ia ditangkap Detasmen Khusus Antiteror atas tuduhan terorisme. Mabes Polri menyebutnya panglima dan dia mengetahui gudang senjata kelompok yang diikutinya. Gudang senjata atau persenjataan itu belum terbukti di pengadilan.

Baca: Tito Karnavian: Siyono Masuk Jaringan Jamaah Islamiyah
Baca: Tito Karnavian Menduga Siyono Simpan Senjata Api

Komnas HAM dan lembaga masyarakat mendesak transparansi pengadilan kasus Siyono. Tujuannya supaya publik bisa mengawasi serta menilai akuntabilitas Detasmen dan Polri.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti menganggap fakta tindakan anggota Destasemen Khusus Antiteror terhadap Siyono perlu dilihat, sebelum kasus ini dibawa ke ranah pidana. Fakta itu akan terungkap berdasarkan hasil sidang kode etik. Dua petugas Detasmen yang mengawal Siyono tengah menjalani sidang kode etik. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baca: Muhammadiyah Minta Kasus Siyono Dinaikkan ke Penyidikan

"Lihat dulu. Nah, pidananya di mana? Kalau anggota polisi dilawan penjahat, bukan pidana," kata Badrodin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR di gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu, 20 April 2016. Pihak yang menangani teroris, kata Badrodin, harus mengenal betul pemikiran mereka. Para tersangka umumnya memiliki tekad lebih baik mati daripada tertangkap polisi. "Pemikiran itu kan harus ada sehingga pelaku ini pasti melawan kalau bisa," ucapnya.

Namun sidang etik itu berlangsung tertutup. Badrodin berdalih, sidang tertutup untuk melindungi wajah petugas agar tak terungkap ke publik. Polri memang mengatur keterbukaan persidangan. "Sebetulnya, kami bolehkan (melihat) kalau tidak mengambil gambar (anggota Densus 88), tapi siapa jamin, tahu-tahu beredar di publik. Kami tidak bisa batasi itu," tutur Badrodin.

Baca: Meski Siyono Dibela Muhammadiyah, Kapolri Berkukuh Dia Berbahaya

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Abu Bakar Alhabsyi, mengapresiasi keterbukaan Polri yang mengizinkan Komnas HAM dan Muhammadiyah mengautopsi jenazah Siyono. Sedangkan politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo, meminta Kapolri tegas menindak penyimpangan prosedur penanganan kasus tersebut. "Kami mendorong evaluasi menyeluruh dalam penanganan dan penangkapan terorisme," tuturnya.

Kesimpulannya, DPR mendukung langkah-langkah untuk memberantas tindak pidana terorisme oleh Polri. Namun penanganan oleh Polri tetap harus menjunjung hukum dan HAM. "Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan terorisme sesuai dengan prosedur standar," kata pemimpin rapat, Benny Kabur Harman.

AHMAD FAIZ

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Boyolali Jawa Tengah, Ini Profil Densus 88 Antiteror

59 hari lalu

Ilustrasi Densus 88. ANTARA
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Boyolali Jawa Tengah, Ini Profil Densus 88 Antiteror

Simak sejarah dan profil Densus 88 yang khusus menangani kasus terorisme di Indonesia.


Terduga Teroris yang Ditangkap Lagi di Boyolali Kelompok Jamaah Islamiyah

59 hari lalu

Sejumlah personel Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Mapolres Sukoharjo saat penggeledahan di rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Terduga Teroris yang Ditangkap Lagi di Boyolali Kelompok Jamaah Islamiyah

Terduga teroris yang ditangkap di Boyolali masuk kelompok Jamaah Islamiyah. Total ada 11 orang yang diringkus.


Densus 88 Kembali Ciduk 1 Terduga Teroris di Kabupaten Boyolali

27 Januari 2024

Sejumlah personel Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Mapolres Sukoharjo saat penggeledahan di rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Densus 88 Kembali Ciduk 1 Terduga Teroris di Kabupaten Boyolali

Densus 88 kembali menangkap satu terduga teroris di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 27 Januari 2024.


Polisi: 10 Terduga Teroris di Jateng Bagian Jamaah Islamiyah Wilayah Timur

26 Januari 2024

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) DivHumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (19/1/2024). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Polisi: 10 Terduga Teroris di Jateng Bagian Jamaah Islamiyah Wilayah Timur

Penangkapan sepuluh terduga teroris dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah pada Kamis


Densus 88 Masih Selidiki Peran 10 Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah

26 Januari 2024

Sejumlah personel Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Mapolres Sukoharjo saat penggeledahan di rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Densus 88 Masih Selidiki Peran 10 Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Jawa Tengah

10 orang terduga teroris di Jawa Tengah diduga berasal dari kelompok Jamaah Islam (JI).


Total 10 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Solo Raya, 1 Orang Dibekuk di Karanganyar

25 Januari 2024

Sejumlah personel tim Densus 88 Mabes Polri di Rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024, tampak lengang seusai proses penggeledahan oleh aparat kepolisian. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Total 10 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Solo Raya, 1 Orang Dibekuk di Karanganyar

Sebelum penangkapan di Karanganyar, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa daerah di Solo Raya.


Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Boyolali

25 Januari 2024

Sejumlah personel Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Mapolres Sukoharjo saat penggeledahan di rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Densus 88 Juga Tangkap 3 Terduga Teroris di Boyolali

Kapolres Boyolali tidak diberi tahu ketiga warga yang ditangkap DEnsus 88 itu masuk dalam jaringan teroris apa.


Densus 88 juga Ciduk 1 Terduga Teroris di Solo, Jabat Ketua RT dan Berjualan di Pasar Klithikan Notoharjo

25 Januari 2024

Sejumlah warga melintas di depan rumah M, salah seorang terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88 di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Densus 88 juga Ciduk 1 Terduga Teroris di Solo, Jabat Ketua RT dan Berjualan di Pasar Klithikan Notoharjo

Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga menangkap satu warga Kota Solo berinisial M yang diduga juga seorang anggota jaringan teroris hari ini.


Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Kabupaten Sukoharjo

25 Januari 2024

Sejumlah personel tim Densus 88 Mabes Polri di Rumah N, salah satu terduga teroris yang diamankan dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 25 Januari 2024, tampak lengang seusai proses penggeledahan oleh aparat kepolisian. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Kabupaten Sukoharjo

Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah terduga teroris di beberapa daerah di wilayah eks-Karesidenan Surakarta atau Solo Raya, hari ini.


Namanya Disebut oleh Densus 88, Jamaah Ansharu Syariah Bantah Terlibat Terorisme

27 Desember 2023

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan bersama Juru bicara Dessus 88 Polri Kombes Pol Aswim Siregar memberikan keterangan saat rilis pengungkapan tindak pidana terorisme di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 20 Desember 2023. Dalam keteranganya, Densus 88 sepanjang tahun 2023 telah berhasil menangkap 142 tersangka teroris dan pendanaan aksi teroris dari jaringan kelompok Jemaah Islamiyah (JI) dan Jemaah Ansharut Daulah (JAD). TEMPO/ Febri Angga Palguna
Namanya Disebut oleh Densus 88, Jamaah Ansharu Syariah Bantah Terlibat Terorisme

Densus 88 menangkap 142 terduga teroris selama 2023. Tujuh orang di antaranya disebut berasal dari Jamaah Ansharu Syariah.