Dukungan Muhammadiyah Jadi Rebutan di Pilkada Kota Yogya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugu Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    Tugu Yogyakarta. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bakal calon independen walikota Kota Yogyakarta 2017 Garin Nugroho dan Rommy Harianto diproyeksi bakal bersaing ketat dengan bakal calon dari Partai Amanat Nasional untuk berebut dukungan dari organisasi Muhammadyah yang keberadaannya mengakar kuat di Yogyakarta.

    Rommy Harianto, merupakan kader aktif Muhammadyah di tingkat provinsi. Dengan jabatan terakhir sebagai anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah Dewan Pimpinan Muhammadyah DIY. “Saya memang berharap sambil jalan nanti menggandeng teman-teman di Muhammadyah (mendukung), karena kemarin belum sempat berkomunikasi selama seleksi karena masih focus konvensi,” ujar Rommy kepada Tempo Rabu 20 April 2016.

    Rommy yang bergabung dengan Muhammadyah sejak tahun 2006 dan aktif di struktur mulai 2014 itu, mengakui memiliki hubungan sangat dekat dengan kandidat-kandidat yang saat ini masuk dalam bursa bakal calon walikota dari PAN. Seperti dengan Arif Noor Hartanto atau Inung yang kini menjabat Wakil ketua DPRD DIY.  “Dengan mas Arief sering terlibat program kerja di Aisyah untuk pendidikan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

    PAN sendiri sampai saat ini belum memutuskan Arief sebagai bakal calon untuk pilkada walikota karena ada sejumlah nama yang masih disaring seperti Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta Heru Purwadi. Sekretaris DPD PAN Kota Yogyakarta Rifki Listianto mengakui belum pernah mendengar sepak terjang Rommy selama ini dalam gerakan Muhammadyah. “Insyaallah Muhammadyah tetap akan mendukung calon yang nanti akan diputuskan oleh PAN, meskipuns ecara politik praktis tidak akan terlibat langsung secara organisatoris,” ujar Rifki.

    Optimisme dukungan dari Muhammadyah itu, ujar Rifki, karena sejak mendekati ajang pilkada Kota Yogya, pengruus PAN intens berkomunikasi dan meminta restu pada Muhammadyah dan meminta masukan atas kriteria-kriteria ideal yang diharapkan untuk Kota Yogya. “Kami sudah berkomunikasi dan mohon restu langsung dengan Muhammadyah, jadi kami optimis tetap dapat dukungan (Muhammadyah),” ujar Rifki yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Yogyakarta itu.

    Adapun Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Dewan Muhammadyah Kota Yogyakarta Ashad Kusuma Djaya menuturkan sempat kaget mengetahui ada kader Muhammadyah terpilih menjadi bakal calon walikota independent yang diusung Gerakan Jogja Independent itu. Namun berdasarkan hasil Musyawarah Daerah Muhammadyah Kota Yogyakarta akhir Februari 2016 lalu kalangan Muhammadyah sudah mengerucut pada tigana nama yakni Walikota Yogyakarta saat ini yang juga kader Golkar Haryadi Suyuti, lalu Wakil Ketua DPRD DIY yang juga kader PAN Arif Noor Hartanato, dan tokoh serta mantan General Manajer klub Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) Kota Yogya, Ahmad Syauqi Suratno. “Sulit menggeser fokusnya ke arah calon lain, hanya tiga itu yang dibicarakan,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.