Ade Komarudin Minta Restu Kalla Rebut Ketua Umum Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie berjalan keluar bersama Ketua DPR, Ade Komaruddin usai Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di JCC, Jakarta, 24 Januari 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie berjalan keluar bersama Ketua DPR, Ade Komaruddin usai Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di JCC, Jakarta, 24 Januari 2016. TEMPO/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 20 April 2016. Dalam pertemuan itu, Ade meminta restu untuk maju sebagai salah satu calon Ketua Umum Golkar dalam musyawarah nasional luar biasa pada 25-27 April mendatang di Bali.

    "Kami tentu mohon arahan dari beliau sebagai senior dan tentu saya sebagai calon ketua umum mohon doa restu kepada beliau," kata Ade setelah bertemu Kalla. Ade ditemani Ketua Komisi XII DPR Ahmadi Noor Supit.

    Sementara itu, Kalla menilai semua kandidat yang maju menjadi calon Ketua Umum Golkar memiliki peluang yang sama. Menurut dia, ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki Ketua Umum Golkar, salah satunya, harus terbebas dari masalah hukum.

    Menurut Kalla, Ade memiliki pengalaman yang baik untuk maju sebagai Ketua Umum Golkar. Apalagi, salah satu syarat yang mesti dimiliki ketua umum Golkar adalah harus dapat diterima semua kalangan dan mempunyai kredibilitas yang baik.

    "Karena kalau Golkar mau baik, ketuanya harus punya kredibilitas, harus dipercaya, harus tidak punya masalah hukum, harus bisa membawa Golkar lebih besar," kata Kalla. Namun, kata dia, penentuan siapa ketua umum Golkar ke depan akan ditentukan peserta munaslub.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.