Disebut Terjaring Razia, Ini Kata Kepala BNN Maluku Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Barang bukti narkoba. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COTernate - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara Komisaris Besar Elly Jamaludin membantah kabar bahwa dia terjaring dalam razia narkoba dan minuman keras yang digelar anak buahnya bersama Polisi Militer, Polri, dan Satpol PP, Minggu dinihari, 17 April 2016.

    Menurut Elly, keberadaannya di tempat hiburan malam merupakan bagian dari kegiatan operasi. Hanya, ia lebih dulu datang ke tempat hiburan tersebut. "Jadi tidak benar itu. Bagaimana mungkin saya yang mengeluarkan surat perintah kok saya yang terjaring razia. Saya malam itu ikut memantau operasi itu," katanya dalam pernyataan pers, Senin, 18 April 2016.

    Elly menyatakan sengaja berada di tempat itu untuk memantau secara langsung pelaksanaan operasi gabungan tersebut serta memastikan razia berlangsung lancar dan aman.

    Sebelum melaksanakan kegiatan razia di tempat hiburan malam di Ternate, pukul 23.00 WIT, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, dan BNN Maluku Utara lebih dulu menggelar apel malam di markas kantor POM Ternate di Jalan Revolusi, Ternate Tengah, Kota Ternate. Razia dimulai sekitar pukul 23.30 WIT dengan mengambil tempat pertama Cafe D’stadion, yang terletak di Kelurahan Stadion, Ternate Tengah, Kota Ternate. Di kafe itu, tim gabungan memeriksa semua pengunjung dan wanita pekerja seks selama 40 menit.

    Sekitar pukul 24.15 WIT, tim gabungan melanjutkan kegiatan razia dan menuju Cafe Royal, yang terletak di Kelurahan Santiong. Di kafe inilah tim razia memergoki Kepala BNN Maluku Utara di ruangan karaoke Manchester Room, yang berada di lantai dua. Di ruangan itu ditemukan minuman beralkohol dan beberapa makanan ringan. 

    “Saat di Cafe Royal, saya tidak melihat langsung ada Kepala BNN karena waktu itu saya masih di luar. Saya baru tahu setelah beberapa wartawan mendekatinya,” kata Kepala Satpol PP Ternate Fandi Mahmud kepada Tempo, Rabu, 20 April 2016.

    Menurut Fandi, saat razia, pihaknya lebih banyak memeriksa kelengkapan administrasi tempat hiburan malam dan legalitas pekerja seks. Setidaknya lebih dari tujuh tempat hiburan malam menjadi sasaran razia.

    “Dari Cafe Royal, pukul 01.13 WIT, kegiatan razia kemudian dilanjutkan ke Cafe Makugawene, Elegan, D`primer, Laguna, dan berakhir di Cafe Qbet. Operasi razia kemudian berakhir pada pukul 03.30 WIT,” ujarnya.

    BUDHY NURGIANTO | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.