WNI Diculik, Tiga Negara Akan Bahas Keamanan Perbatasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukian militer Filipina melakukan penjagaan ketat saat memburu kelompok Abu Sayyaf. worldbulletin.net

    Pasukian militer Filipina melakukan penjagaan ketat saat memburu kelompok Abu Sayyaf. worldbulletin.net

    TEMPO.CODepok - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah masih me-monitoring kasus penyanderaan terhadap warga negara Indonesia.

    "Sepuluh orang masih finalisasi. Kondisi masih baik. Hasil telepon juga masih baik keadaannya," kata Luhut, seusai kuliah umum yang disampaikannya di Balai Sidang Universitas Indonesia, Rabu, 20 April 2016. 

    Sejauh ini, pasukan Indonesia memang tidak bisa masuk ke wilayah Filipina untuk melakukan pembebasan tanpa disetujui kongres. Sebab, pemerintah Filipina tidak membolehkan angkatan militer negara lain masuk ke perairannya.

    Luhut menambahkan, pemerintah belum bisa memastikan apakah penyanderaan 10 warga Indonesia itu dibajak kelompok Abu Sayyaf atau perompak laut di kawasan itu. "Pelaku memang belum diketahui. Finalisasi untuk kesepakatan perusahaan mengganti rugi," kata Luhut.

    Pemerintah bakal mempertemukan ketiga negara yang ada di kawasan itu, yakni Indonesia, Filipina, dan Malaysia, untuk membahas keamanan perbatasan pada 3 Mei 2016, di Jakarta. 

    "Menteri Luar Negeri dan masing-masing panglima angkatan bersenjata akan membahas patroli bersama dan mencegah kejahatan di perbatasan laut," ujar Luhut.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.