Berdialog dengan WNI di London, Jokowi Serukan Optimisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris, David Cameron menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo setibanya di Number 10 Downing Street, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam lawatannya, Jokowi didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala BKPM Franky Sibarani. REUTERS/Stefan Wermuth

    Perdana Menteri Inggris, David Cameron menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo setibanya di Number 10 Downing Street, London, Inggris, 19 April 2016. Dalam lawatannya, Jokowi didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala BKPM Franky Sibarani. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu dengan warga negara Indonesia yang tinggal di London, Inggris. Dalam pertemuan di Wisma Nusantara Kedutaan Besar Republik Indonesia di London itu, Presiden Jokowi menyerukan sikap optimistis.

    "Presiden menyalami dan melayani foto bersama warga yang hadir. Masyarakat hadir dari seluruh penjuru Inggris dan sudah minta foto bersama sebelum acara dimulai," kata anggota Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, yang ikut mendampingi Presiden di London, Selasa, 20 April 2016.

    Dalam pertemuan itu, Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, pertumbuhan dan perputaran uang di Indonesia sangat besar. Karena itu, Presiden mengajak semua warga Indonesia tidak pesimistis. "Apa yang keliru? Mengapa kita saling menjelekkan, mencemooh, ribut-ribut sebelum bekerja? Ini sebetulnya budaya apa? Pesimistis, belum-belum sudah pesimistis," ucap Presiden.

    Ari menjelaskan, dalam pertemuan itu, Jokowi juga meminta warga Indonesia tidak takut memasuki era keterbukaan dan persaingan. Presiden mengungkapkan optimismenya bahwa Indonesia dapat memenangi persaingan, meski banyak hal yang harus diperbaiki. "Kita ini mampu bila diberi pesaing. Tapi, kalau tidak, lupa, terlalu nyaman, karena berada di comfort zone. Kita harus siap. Kalau ada yang belum baik, kita perbaiki," tutur Jokowi.

    Presiden juga menjelaskan dua hal yang menjadi fokus pemerintah saat ini, yaitu deregulasi dan pembangunan infrastruktur. Presiden meyakini, dengan perbaikan pada dua sektor tersebut, Indonesia dapat memenangi persaingan atas bangsa lain.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.