Polwan Bogor Berkebaya Sambut Hari Kartini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi Wanita (Polwan) dengan mengenakan pakaian adat Jawa memberikan bunga dan brosur tertib lalu lintas kepada seorang pengendara sepeda motor, saat memperingati Hari Kartini di Semarang,(21/4).ANTARA/R. Rekotomo

    Anggota Polisi Wanita (Polwan) dengan mengenakan pakaian adat Jawa memberikan bunga dan brosur tertib lalu lintas kepada seorang pengendara sepeda motor, saat memperingati Hari Kartini di Semarang,(21/4).ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.COBogor - Ada yang beda dari penampilan belasan anggota polisi wanita (polwan) Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Kota, hari ini, Rabu, 20 April 2016. Mereka mengatur kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang sangat padat di putaran Tugu Kujang Jalan Raya Pajajaran tanpa mengenakan seragam dinas seperti hari biasanya. Para polisi perempuan itu tampak mengenakan baju kebaya.

    "Saya beserta anggota polwan lain sengaja berkebaya saat bertugas mengatur lalu lintas untuk menyambut Hari Kartini yang menjadi simbol dan fondasi dari emansipasi perempuan," kata Ajun Komisaris Sundarti, salah seorang perwira polisi wanita Polres Bogor Kota.

    Dia mengatakan kehadiran belasan polwan berkebaya saat bertugas mengatur arus lalu lintas itu sebagai bukti perempuan menjadi bagian penegak hukum dan bertugas sama seperti anggota polisi pria. "Polwan berkebaya ini pun memiliki makna mereka masih tetap pada kodratnya sebagai perempuan tapi harus tetap menjalankan tugas sebagai abdi negara, dan saat pulang ke rumah kembali bertugas sebagai istri dan seorang ibu dari anak-anaknya," katanya.

    Selain mengatur lalu lintas, belasan polwan berkebaya itu membagikan ratusan tangkai bunga mawar kepada setiap perempuan pengendara sepeda motor dan mobil yang tertib berlalu lintas dan yang berhenti menunggu lampu hijau menyala.

    Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bogor Kiky Andi Herindra, yang juga menggelar acara peringatan Hari Kartini di seputaran Tugu Kujang bersama puluhan anggota Bhayangkari lain, membagi bingkisan sembako kepada belasan perempuan yang bertugas sebagai penyapu jalanan di Kota Bogor.

    "Ibu-ibu penyapu jalanan harus berangkat sebelum matahari terbit untuk membersihkan jalan agar pagi saat hari terang, kondisi Kota Bogor sudah bersih dari sampah. Padahal sebelum berangkat mereka pun terlebih dahulu melakukan tugas sebagai ibu rumah tangga di rumahnya," katanya.

    M SIDIK PERMANA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.