Riau Dominasi Titik Panas di Sumatera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran dengan ditemai pejabat kehutanan berkeliling ke daerah-daerah yang hangus akibat kebakaran hutan dengan menunggangi seekor gajah di Siak, Riau, 10 Novemebr 2015. Patroli yang dilakukan ini guna memastika seluruh titik api telah padam. AP Photo

    Petugas pemadam kebakaran dengan ditemai pejabat kehutanan berkeliling ke daerah-daerah yang hangus akibat kebakaran hutan dengan menunggangi seekor gajah di Siak, Riau, 10 Novemebr 2015. Patroli yang dilakukan ini guna memastika seluruh titik api telah padam. AP Photo

    TEMPO.COPekanbaru - Satelit Tera dan Aqua kembali memantau kemunculan titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera yang mencapai 22 titik. Riau masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak, yakni 14 titik.

    "Titik panas terpantau pukul 05.00," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin, Rabu, 20 April 2016.

    Sugarin menjelaskan, titik panas terpantau di sejumlah wilayah di Sumatera, yakni Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara dua titik, Kepulauan Riau tiga titik, dan Sumatera Selatan satu titik. Sedangkan di Riau terpantau 14 titik yang tersebar di Bengkalis sebelas titik, Meranti dua titik, dan Pelalawan satu titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen, yakni 13 titik api," ucapnya.

    Menurut Sugarin, secara umum, cuaca wilayah Riau cerah berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di wilayah Riau bagian tengah dan selatan. "Temperatur maksimum 32,0-35,0 derajat Celsius." 

    Titik panas yang diindikasikan kebakaran lahan belum mengganggu kualitas udara di Riau. Jarak pandang di Pekanbaru terbilang normal, mencapai 8 kilometer, Rengat 5 km, Dumai 4 km, dan Pelalawan 4 km.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.